Auto News

Kei Car Listrik Chery Emta Siap Tantang BYD Racco

Kei Car Listrik Chery Emta Siap Tantang BYD Racco
Daftar Isi
  1. Regulasi dan Karakteristik Kei Car di Jepang
  2. Bocoran Desain Melalui Dokumen Paten
  3. Kehadiran Varian Bergaya Softroader
  4. Kolaborasi Lintas Perusahaan di Proyek Emta
  5. Persaingan dengan BYD Racco dan Rencana Model Lain

Pasar kendaraan listrik di Jepang bersiap kedatangan pemain baru dari Tiongkok melalui proyek Emta, sebuah merek otomotif hasil kolaborasi yang melibatkan Chery Automobile. Proyek ini menyiapkan Emta EV K-car, yaitu mobil listrik mungil pada segmen kei car yang dijadwalkan meluncur di Jepang pada tahun 2027 dan diproyeksikan menjadi pesaing langsung BYD Racco.

Regulasi dan Karakteristik Kei Car di Jepang

Kei car merupakan kategori kendaraan kecil yang memiliki ketentuan dimensi khusus di Jepang dengan batas panjang maksimal 3,4 meter, lebar 1,48 meter, dan tinggi 2 meter. Untuk kendaraan bermesin pembakaran internal, kapasitas mesin dibatasi maksimal 660 cc, sementara kendaraan listrik tetap diwajibkan mengikuti aturan ukuran tersebut. Ketentuan ini menuntut produsen merancang kendaraan berukuran kompak yang tetap menyediakan ruang kabin memadai untuk kebutuhan harian.

Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan kondisi penggunaan di Jepang, khususnya kawasan perkotaan yang mempunyai jalan relatif sempit serta area parkir terbatas. Segmen ini memegang posisi penting dalam industri otomotif lokal karena menjadi pilihan utama masyarakat yang mencari kendaraan praktis untuk aktivitas sehari-hari, seperti dilaporkan Carmudi Indonesia.

Bocoran Desain Melalui Dokumen Paten

Gambaran bentuk Emta EV K-car mulai terungkap lewat dokumen paten yang menampilkan bodi tinggi dan mengotak sebagai ciri khas kendaraan mungil Jepang. Bagian muka kendaraan memperlihatkan gril ramping, lampu utama di bawah garis kap mesin, serta bumper dengan susunan bilah di area atas dan bawah. Desain tersebut mengalami penyesuaian dari konsep awal, termasuk bentuk bumper yang dibuat lebih konvensional serta posisi roda yang tampak lebih masuk ke dalam bodi.

Pada sisi samping, kendaraan menggunakan gagang pintu konvensional dengan posisi pegangan pintu belakang dekat pilar B. Dokumen paten juga menampilkan keberadaan rel yang mengindikasikan potensi penggunaan pintu geser belakang, sementara bagian belakang mengusung lampu membentang dengan panel dekoratif di atas dudukan pelat nomor.

Kehadiran Varian Bergaya Softroader

Dokumen paten turut memperlihatkan varian dengan karakter softroader yang terinspirasi dari kendaraan petualang. Versi tersebut dilengkapi lapisan plastik tambahan pada bagian bumper serta area samping bodi, disertai desain bumper depan berbeda untuk memberikan kesan lebih tangguh.

Kendati demikian, belum diketahui secara pasti apakah perbedaan tersebut sebatas kosmetik atau mencakup perubahan teknis seperti penggunaan ban all-terrain berdiameter kecil, peningkatan jarak terendah ke tanah, maupun sistem penggerak semua roda. Oleh sebab itu, tampilan bergaya petualang tersebut belum dapat dipastikan sebagai indikasi kemampuan melintasi medan berat.

Kolaborasi Lintas Perusahaan di Proyek Emta

Emta dikembangkan oleh Electric Mobility Technologies dengan melibatkan mitra dari Tiongkok dan Jepang. Chery Automobile berperan menyediakan platform kendaraan, sistem penggerak listrik, serta teknologi bantuan berkendara, sementara Jiangsu Yueda Automobile Group menangani produksi di fasilitas Yancheng, Tiongkok, dan Gotion bertindak sebagai pemasok baterai.

Untuk pemasaran di Jepang, Autobacs Seven mendukung distribusi serta jaringan penjualan, sedangkan Anest Iwata memberikan dukungan terhadap kualitas produk. Tim perancang kendaraan ini juga berasal dari Jepang dan memiliki pengalaman kerja di industri otomotif, termasuk di Honda dan Mazda.

Persaingan dengan BYD Racco dan Rencana Model Lain

Emta berhadapan dengan BYD yang lebih dahulu memperkenalkan Racco sebagai mobil listrik berstandar kei car di Jepang dengan bodi tinggi, pintu geser belakang, serta jarak tempuh hingga 320 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC. Meski demikian, perbandingan spesifikasi menyeluruh belum dapat dilakukan karena Emta belum merinci kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, maupun harga jual menjelang peluncurannya pada 2027.

Selain model pertama tersebut, Emta menyiapkan tiga model tambahan berupa hatchback, SUV, dan MPV guna membangun jajaran produk yang lebih lengkap. Perusahaan juga merencanakan produksi kendaraan secara lokal di Jepang setelah tahun 2030, bergantung pada tingkat keberhasilan bisnis serta respons positif dari konsumen setempat.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *