Daftar Isi
Kondisi ekonomi yang tidak menentu membuat banyak pengemudi berpikir ulang untuk membeli kendaraan baru akibat tingginya biaya cicilan dan asuransi. Sebagian besar pengendara memilih untuk tetap menggunakan kendaraan lama mereka bukan semata karena alasan ekonomi, melainkan juga preferensi pribadi terhadap mobil lawas.
Alasan Finansial dan Mahalnya Kendaraan Baru
Banyak pengemudi merasa keberatan dengan harga mobil baru yang dinilai terlalu mahal, ditambah biaya asuransi yang ikut melambung tinggi. Salah satu pembaca situs Jalopnik bernama Misher Lover Boy mengaku tetap mempertahankan mobil lamanya yang sudah lunas karena tidak sanggup mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang dianggap tidak perlu di tengah mahalnya harga kebutuhan lain. Senada dengan hal tersebut, pembaca bernama Derry juga menyatakan dirinya tidak mampu membeli kendaraan baru.
Pengguna lain bernama Huckleberry mengungkapkan bahwa angka pembelian kendaraan baru saat ini tidak masuk akal. Ia mencontohkan mobil GTI miliknya yang dibeli seharga USD26.000 pada tahun 2019 kini memiliki pengganti seharga USD40.000, belum termasuk biaya asuransi yang meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir. Sementara itu, Rick C. berpendapat bahwa kondisi ekonomi kelas menengah yang memburuk berpadu dengan harga kendaraan baru yang naik cepat menciptakan situasi yang sulit bagi konsumen.
Mampu Beli, tetapi Menolak Membeli
Sebagian pemilik kendaraan mengaku sebenarnya mampu membeli mobil baru, namun memilih tidak melakukannya. Rollerrobb menyebutkan bahwa mobil Toyota Corolla miliknya yang hampir mencapai 300.000 mil masih berfungsi dengan sangat baik sehingga ia tidak melihat alasan untuk menggantinya di masa pensiun.
Pengalaman serupa disampaikan BostonDad_1 yang mempertahankan tiga mobil tua dengan pengeluaran biaya perbaikan sekitar USD2.000 per tahun, yang dinilai jauh lebih hemat dibanding cicilan bulanan kendaraan baru. MurryB menambahkan bahwa para produsen otomotif telah kehilangan arah, sehingga ia memilih mengganti ban pada SUV miliknya keluaran 2014 ketimbang membeli kendaraan baru.
Ketidaktertarikan pada Teknologi Baru
Faktor lain yang membuat pengemudi enggan beralih adalah ketidaksukaan terhadap desain dan teknologi modern pada mobil baru. Chase menilai mobil-mobil saat ini terlalu jelek dan dipenuhi teknologi yang berlebihan. Monika menyatakan bahwa dasbor layar LCD besar dan pembaruan nirkabel bukanlah hal yang ia minati, sehingga ia memilih merawat mobil Volvo tua miliknya.
Selain itu, hilangnya transmisi manual turut menjadi keluhan. Jeff mengaku tidak akan pernah membeli mobil baru lagi sampai produsen menghadirkan kembali transmisi manual, sementara 05Train memilih mempertahankan Jeep TJ karena tidak ada kendaraan baru yang menyamai kesederhanaannya. Pengemudi lain bernama stmo menambahkan bahwa mobil lamanya memiliki mekanik yang lebih sederhana dan biaya perawatan yang jauh lebih murah dibandingkan harus mengkhawatirkan kerusakan kendaraan baru akibat cuaca musim dingin.








