Anggota DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Greg Landsman, mengajukan rancangan undang-undang baru yang menghidupkan kembali dan melipatgandakan kredit pajak federal untuk kendaraan listrik (EV). Melalui undang-undang bertajuk “21st Century Vehicle Choice Act”, insentif untuk pembelian mobil listrik baru dipatok hingga USD 15.000 atau sekitar Rp230 juta.
Rincian Rancangan Undang-Undang
Diajukan pada 22 Oktober, regulasi H.R. 10881 tersebut mengubah kredit kendaraan bersih dalam bagian 30D dari kode pajak. Sebelumnya, aturan Undang-Undang Pengurangan Inflasi memberikan subsidi sebesar USD 7.500 yang terbagi menjadi dua bagian untuk mineral kritis dan komponen baterai. RUU usulan Landsman menggandakan masing-masing bagian menjadi USD 7.500.
Aturan ini juga menghapus tanggal penghentian kredit kendaraan listrik baru dan bekas yang sebelumnya dicabut oleh undang-undang lain, sekaligus menaikkan kredit EV bekas dari USD 4.000 atau 30 persen dari harga jual menjadi USD 8.000 atau 60 persen. Subsidi peralatan pengisian daya rumah juga ditingkatkan dari 30 persen menjadi 50 persen dari total biaya.
Namun, batasan pendapatan untuk penerima kredit baru diturunkan sebesar 25 persen, menjadi USD 225.000 untuk pasangan yang mengajukan pajak bersama, USD 169.000 untuk kepala keluarga, dan USD 112.500 bagi wajib pajak lajang. Subsidi ini juga dibatasi hanya sekali seumur hidup per wajib pajak, sehingga siapa pun yang telah memanfaatkan kredit 30D pada tahun-tahun sebelumnya tidak akan mendapatkan hak serupa.
Persyaratan perakitan akhir di Amerika Utara, batas Harga Eceran Yang Disarankan (MSRP) sebesar USD 55.000 untuk mobil serta USD 80.000 untuk SUV, truk pikap, dan van, tetap berlaku. Selain itu, RUU tersebut mencakup studi Departemen Energi untuk memetakan pengguna bensin intensitas tinggi serta wilayah rute perjalanan mereka guna memantau ketersediaan stasiun pengisian daya.
Hambatan Politik dan Risiko Pasar
RUU ini dinilai tidak memiliki peluang nyata untuk disahkan menjadi undang-undang dalam waktu dekat. Partai Republik saat ini menguasai Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat, sementara pencabutan kredit pajak sebelumnya ditandatangani oleh Presiden Trump.
Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, janji insentif besar berisiko membuat pembeli menunda transaksi karena menunggu subsidi yang belum tentu terwujud. Pemulihan pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat saat ini masih rapuh setelah sempat mengalami penurunan tajam usai pencabutan insentif lama, meskipun sejumlah produsen telah memangkas harga jual kendaraan secara langsung di diler.
Situs Electrek melaporkan bahwa meskipun kebijakan insentif sangat berpengaruh terhadap pasar kendaraan listrik, RUU tersebut lebih bersifat pesan politik tanpa dukungan pendukung bersama maupun penilaian dari Kantor Anggaran Kongres (CBO).
Masyarakat yang berencana membeli kendaraan listrik diimbau untuk memanfaatkan penawaran harga yang tersedia saat ini di diler daripada menantikan pengesahan rancangan undang-undang yang jalannya masih panjang.
Sumber: Electrek








