Daftar Isi
Pernahkah Anda melihat huruf ‘E’ pada tuas transmisi manual mobil klasik Volkswagen keluaran tahun 1980-an? Huruf tersebut bukanlah singkatan dari elektrifikasi, melainkan fitur lawas yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar di jalan raya.
Asal-usul Huruf E pada Transmisi Volkswagen
Menghadapi pengetatan standar penghematan bahan bakar akibat krisis minyak pada akhir dekade 1970-an dan awal 1980-an, Volkswagen menciptakan desain girboks manual khusus di mana gerbang perpindahan gigi terakhir ditandai dengan huruf ‘E’. Konfigurasi ‘3+E’ dan ‘4+E’ yang terdapat pada model awal VW Golf, Jetta, serta varian spesifikasi Amerika Serikat yaitu Rabbit, kerap disalahartikan oleh pengemudi sebagai ‘Economy’ (Ekonomi) atau gigi ‘Extra’ (Tambahan).
Dokumen resmi pabrikan mengonfirmasi bahwa kata yang sebenarnya diwakili oleh huruf tersebut adalah ‘Efficiency’ (Efisiensi). Alih-alih menjadi sebutan baru untuk gigi keempat atau kelima, slot ‘E’ mengaktifkan gigi *overdrive* yang dirancang untuk menurunkan putaran mesin, meminimalkan keausan, serta mendongkrak efisiensi bahan bakar ketika berkendara dalam kecepatan tinggi.
Mekanisme dan Cara Penggunaan Gigi E
Konsep *overdrive* sebenarnya bukan hal baru, karena mobil-mobil Inggris dan Eropa terdahulu kerap mengandalkan unit elektro-hidraulik eksternal yang dipasang di bagian belakang girboks konvensional. Pendekatan Volkswagen berbeda karena mereka mengintegrasikan rasio *overdrive* yang tinggi langsung di dalam rumah transaksie penggerak roda depan dan menyerahkan kendalinya pada tuas transmisi manual. Girboks ‘3+E’ pada VW Rabbit LS keluaran 1981 menggunakan rumah gir empat percepatan dengan jarak antar-gigi yang lebih lebar.
Gigi satu, dua, dan tiga mencakup sekitar 90 persen seluruh skenario berkendara perkotaan serta jalan pedesaan. Sementara itu, gigi ‘E’ sangat ideal untuk penggunaan di jalan tol berkat rasio *overdrive* 0,70:1 yang disalurkan melalui penggerak akhir 3,89:1. Ketika memindahkan tuas Rabbit ke posisi ‘E’, putaran mesin turun hingga 2.500 rpm pada kecepatan 60 mil per jam, sehingga mendongkrak efisiensi bahan bakar dari 24 mpg pada girboks empat percepatan lama menjadi 28 mpg, dengan angka di jalan tol mencapai 42 mpg. Gigi ini paling optimal untuk mempertahankan kecepatan tertentu, sehingga pengemudi harus memindahkan gigi ke posisi lebih rendah untuk mendapatkan tenaga mesin secara penuh.
Paket Formula E dan Akhir Era Transmisi E
Di daratan Eropa, produsen asal Jerman ini melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan trim khusus bertajuk ‘Formula E’ atau ‘Formel E’ dalam bahasa Jerman untuk seluruh lini kendaraannya antara tahun 1981 hingga 1985. Sistem ini hadir pada model Polo, Golf, Jetta, Scirocco, Passat, Santana, serta Audi 80 dan 100 dari era yang sama. Transmisi ‘4+E’ tersebut dikombinasikan dengan sentuhan aerodinamika halus serta sistem pelatihan pengemudi dini.
Sebuah komputer elektro-vakum memantau beban mesin terhadap putaran per menit dan menyalakan panah berwarna amber pada klaster instrumen untuk memberi tahu pengemudi agar menaikkan gigi demi efisiensi optimal. Selepas tahun 1985, kemunculan injeksi bahan bakar *multi-point* elektronik, pengaturan waktu katup variabel, serta transmisi manual lima dan enam percepatan yang terstandarisasi membuat konfigurasi ‘3+E’ dan ‘4+E’ menjadi usang.








