Daftar Isi
CEO TechForce Foundation, Jennifer Maher, memperingatkan bahwa industri perbaikan kendaraan berisiko tertinggal dalam persaingan tenaga kerja terampil yang semakin ketat. Menurutnya, industri perbaikan tabrakan harus memperluas jangkauan dan menarik perhatian para pencari kerja muda di tengah persaingan dengan berbagai sektor teknisi lainnya.
Tantangan Rekrutmen dan Krisis Tenaga Kerja
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat mengidentifikasi sebanyak 47 pekerjaan teknisi berbeda melalui sistem klasifikasi okupasi standarnya, mulai dari teknisi turbin angin hingga elevator. Maher mengatakan kepada Repairer Driven News bahwa industri perbaikan bodi mobil bersaing dengan seluruh sektor tersebut serta bidang pertukangan terampil seperti kelistrikan, konstruksi, dan pipa ledeng.
Laporan Pasokan, Permintaan, dan Peluang Teknisi dari TechForce menemukan bahwa ekonomi AS kekurangan sekitar 140.000 teknisi terampil setiap tahunnya, dengan kesenjangan yang terus melebar. Sebanyak 73.354 teknisi baru untuk sektor perbaikan tabrakan dibutuhkan hingga tahun 2029, sementara sektor ini mencatatkan tingkat pergantian staf tertinggi di antara sepuluh bidang yang dianalisis, yakni mencapai 60,7 persen.
Maher menambahkan bahwa untuk setiap 10 teknisi perbaikan bodi yang dibutuhkan, lembaga pendidikan hanya mampu menghasilkan empat orang. Menurut laporan tersebut, tingkat pertumbuhan lapangan kerja untuk perbaikan bodi otomotif berada di angka 0,6 persen antara tahun 2019 hingga 2025, serta berada di peringkat 118 dari 525 okupasi yang menghadapi tekanan kekurangan nasional.
Peran Industri dan Keterlibatan Perusahaan Besar
Sejumlah perusahaan besar mulai menaruh perhatian pada isu tenaga kerja ini. CEO Ford, Jim Farley, meluncurkan acara ACCELERATE The Essential Economy yang mempertemukan perusahaan-perusahaan besar seperti BlackRock, Google, Carhartt, NVIDIA, Microsoft, dan Milwaukee Tool untuk mendanai inisiatif mengatasi kekurangan tenaga kerja.
Ford Motor Company dan Ford Philanthropy merupakan donor terbesar TechForce dengan kontribusi sebesar 4,5 juta dolar AS untuk mendukung beasiswa tanpa syarat ikatan kerja. Di sisi lain, Maher menyebut keterlibatan dari industri perbaikan bodi sendiri masih minim, di mana setelah tiga tahun berjalan, hanya ada dua donor dari sektor tersebut, yakni LKQ dan OEM Collision Roundtable.
Maher mendorong bengkel-bengkel perbaikan untuk terlibat langsung melalui berbagai cara, seperti memberikan donasi sebesar 1.200 dolar AS per tahun untuk mendukung program Boys and Girls Club of America atau sumbangan 12.500 dolar AS guna mendanai beasiswa atas nama bengkel di komunitas lokal.
Perubahan Budaya Kerja dan Peluang Masa Depan
Selain rekrutmen, retensi pekerja menjadi tantangan besar bagi industri. Maher menyarankan agar bengkel-bengkel memperbaiki budaya kerja dan menyediakan jalur karier yang jelas bagi generasi Z yang menyukai sistem peningkatan level keterampilan.
Aspek kenyamanan lingkungan kerja, tingkat upah, hingga fasilitas seperti pendingin ruangan dan seragam yang inklusif bagi perempuan juga perlu diperhatikan. Maher mencatat bahwa perempuan saat ini menyumbang kurang dari 4 persen dari seluruh teknisi di berbagai bidang pertukangan.
Industri juga perlu menonjolkan keunikan profesi perbaikan kendaraan yang oleh para siswa sering kali dianggap sebagai bentuk seni karena mengubah kendaraan yang rusak kembali menjadi utuh. Maher menyatakan bahwa video kampanye publik mengenai kebanggaan kerja tersebut dapat diunduh secara gratis oleh bengkel mana pun untuk mempromosikan profesi tersebut.
Sumber: Repairer Driven News







