Daftar Isi
DeLorean Motor Company kembali mencuri perhatian publik dengan keputusannya bergabung dalam rangkaian kompetisi yang disebut sebagai seri balap mobil terbang pertama di dunia. Meski terdengar sangat futuristik, kendaraan yang dilombakan sebenarnya merupakan pesawat lepas landas dan pendaratan vertikal (eVTOL) dan bukan merupakan sebuah mobil sungguhan seperti dilaporkan oleh The Autopian.
Transformasi Perusahaan DMC
DeLorean Motor Company yang beroperasi saat ini bukanlah perusahaan ikonik yang populer berkat trilogi film populer di masa lalu, yang telah gulung tikar pada tahun 1982 akibat masalah keuangan dan skandal hukum yang melibatkan pendirinya, John DeLorean. Perusahaan baru yang mengambil alih aset tersebut didirikan di Texas pada tahun 1995 oleh seorang mekanik asal Inggris bernama Stephen Wynne. DMC modern sempat memulai usahanya sebagai bengkel restorasi, memperluas bisnis ke penjualan cendera mata, merencanakan versi listrik dari DMC-12, hingga menjual mata uang kripto.
Kini, perusahaan tersebut memutuskan untuk mencantumkan namanya pada kendaraan balap buatan Airspeeder. Airspeeder sendiri merupakan ajang balap yang menggunakan pesawat eVTOL, didirikan pada tahun 2018 oleh Matt Pearson yang memiliki visi membuat kendaraan terbang terjangkau seperti mobil Tesla. Pearson menyampaikan bahwa industri eVTOL bernilai triliunan dolar dan pasar untuk kendaraan terbang pribadi akan segera muncul di masa depan. Ia menuturkan bahwa impiannya adalah menjadikan kendaraan terbang dapat diakses oleh semua orang melalui pembuktian konsep lewat ajang balap Airspeeder.
Teknologi Kendaraan Balap Airspeeder
Pearson juga mendirikan Alauda Aeronautics pada tahun 2016, perusahaan yang merancang dan membangun kendaraan terbang yang digunakan dalam ajang Airspeeder. Perkembangan prototipe dimulai dari Alauda Mk1, Mk2, hingga pengenalan Mk3 pada tahun 2019 yang mengusung delapan rotor. Kendaraan tanpa awak tersebut dikendalikan dari jarak jauh oleh pilot di darat serta dilengkapi sistem penghindar tabrakan berbasis LiDAR dan Radar untuk menciptakan medan gaya virtual.
Rangka dan badan pesawat Mk3 dibuat menggunakan bahan serat karbon yang ringan dan kuat untuk memastikan kelincahan serta efisiensi performa. Ditenagai motor listrik 96 kW, kendaraan berbobot seratus kilogram ini mampu melaju dengan kecepatan di atas 120 kilometer per jam. Rancangan formasi oktokopter memungkinkan kendaraan bermanuver tajam layaknya mobil Formula 1 namun dengan tambahan dimensi vertikal. Selain itu, para insinyur mengembangkan sistem kunci geser untuk penggantian baterai secara cepat di area pit stop.
Ajang Airspeeder menyelenggarakan balapan sirkuit pertamanya pada tahun 2022 melalui seri uji coba bernama EXA Series dengan menggunakan unit Mk3 yang dikendalikan dari jarak jauh. Seri internasional yang baru dimulai bulan ini melibatkan tim-tim dari berbagai negara termasuk Australia, Italia, dan Selandia Baru. Pihak penyelenggara menyatakan bahwa DeLorean akan ambil bagian dalam seri kendaraan terbang berawak dengan menerbangkan model Mk3C terlebih dahulu sebelum mengembangkan pesawat terbangnya sendiri.
Perdebatan Istilah Mobil Terbang
Di sisi lain, penggunaan istilah mobil terbang untuk menggambarkan kendaraan eVTOL menuai kritik karena tidak sesuai dengan definisi konvensional. Mobil pada umumnya dipahami sebagai kendaraan beroda empat yang dirancang untuk melaju di darat, sementara sebuah mobil terbang yang sebenarnya merupakan kendaraan darat yang dapat bertransformasi menjadi pesawat. Sejumlah proyek historis seperti Convair Model 118, Aerocar, Terrafugia Transition, hingga Klein Vision AirCar merupakan contoh nyata kendaraan yang mampu dikendarai di jalan raya sekaligus diterbangkan.
Sebaliknya, pesawat eVTOL memiliki fungsi inti yang serupa dengan helikopter karena tidak memiliki roda untuk melaju di darat, terbang ke suatu lokasi, dan mendarat secara vertikal. Meskipun produsen kerap menyamakan produk mereka dengan mobil atau taksi terbang, kendaraan tersebut pada dasarnya tidak memiliki kemampuan berkendara di atas tanah. Kompetisi balap dan teknologi yang dikembangkan dinilai sangat mengagumkan, namun penyematan istilah mobil terbang pada kendaraan tanpa kemampuan darat dianggap sebagai strategi pemasaran yang membingungkan.
Sumber: The Autopian







