Perusahaan material baterai asal Mumbai, Epsilon Advanced Materials, resmi meluncurkan produk material anoda komposit silikon-grafit terbaru bernama Epsil. Penggunaan material inovatif ini diklaim mampu meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik hingga 30 persen tanpa perlu memperbesar ukuran paket baterai.
Kerapatan Energi Tinggi dan Pengisian Daya Cepat
Epsilon menjelaskan bahwa Epsil dirancang khusus untuk mendongkrak kerapatan energi pada tingkat sel. Peningkatan kapasitas ini juga memberi opsi bagi produsen baterai untuk memakai paket baterai berukuran lebih ringkas namun tetap mempertahankan jarak tempuh kendaraan yang ada. Meski begitu, peningkatan performa aktual di lapangan akan bergantung pada kimia sel, tingkat pemuatan silikon, desain elektroda serta paket baterai, hingga karakteristik kendaraan.
Epsil mengusung kapasitas reversibel sebesar 600 hingga 650 mAh/g, jauh melampaui anoda grafit konvensional yang umumnya hanya memiliki kapasitas 340 hingga 360 mAh/g. Perpaduan material silikon dan grafit ini diformulasikan untuk mengatasi kendala penurunan daya tahan akibat ekspansi silikon saat proses pengisian daya serta penyusutan saat daya dikosongkan.
Material ini dirancang mampu mendukung tingkat pengisian daya cepat antara 1C hingga 5C sembari mengendalikan ekspansi dan menjaga penyebaran silikon tetap merata pada anoda. Menurut Epsilon, rekayasa komposit tersebut dapat menekan risiko penumpukan lapisan litium (lithium plating) dan pembentukan struktur dendrit saat pengisian daya arus tinggi, yang berpotensi memicu penurunan kualitas baterai serta risiko korsleting.
Managing Director Epsilon Advanced Materials, Vikram Handa, menuturkan bahwa Epsil memberi fleksibilitas lebih bagi produsen baterai dalam menyeimbangkan antara daya jelajah, kecepatan pengisian daya, dan ukuran fisik baterai. Ia juga menegaskan bahwa material ini dapat langsung diterapkan pada lini manufaktur sel baterai yang sudah beroperasi saat ini.
Rencana Ekspansi Manufaktur Baterai Global
Peluncuran material baru ini berlangsung di tengah lonjakan kebutuhan baterai kendaraan listrik global. Data Badan Energi Internasional (IEA) mencatat penyerapan baterai dunia mencapai 1,2 TWh seiring penjualan mobil listrik yang menembus lebih dari 20 juta unit pada 2025. IEA memproyeksikan konsumsi baterai tahunan akan mendekati 3 TWh pada 2030.
Berdiri sejak 2018, Epsilon memproduksi berbagai komponen material aktif anoda dan katoda. Pabrik pemrosesan anoda grafit milik perusahaan, EAM-ONE, berlokasi di Vijayanagar, Karnataka, India. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi pabrik tersebut hingga 30.000 ton per tahun pada 2028 dan mencapai 100.000 ton per tahun pada 2031.
Di pasar internasional, Epsilon telah mengumumkan investasi sebesar 650 juta dolar AS untuk membangun fasilitas material anoda grafit di North Carolina, Amerika Serikat, dengan target kapasitas mencapai 60.000 ton pada 2031.
Sementara pada sektor material katoda, Epsilon merambah bisnis material aktif katoda lithium iron phosphate (LFP) melalui pusat teknologi di Jerman. Perusahaan tersebut juga berencana mendirikan fasilitas manufaktur katoda di India dengan kapasitas awal 20.000 ton pada 2028, sebelum diekspansikan menjadi 100.000 ton per tahun pada 2035.








