Federal Aviation Administration (FAA) resmi memberikan sertifikasi untuk Boeing 737 Max 10. Keputusan ini menandai bahwa seluruh jajaran armada 737 Max milik Boeing kini telah memenuhi syarat legal untuk dikirimkan kepada maskapai penerbangan di Amerika Serikat.
Varian 10 merupakan model terbesar dalam keluarga 737 Max yang mampu menampung hingga 210 penumpang dalam konfigurasi dua kelas, menjadikannya penerus bagi seri 757. Model ini menyusul varian 8 dan 9 yang sudah beroperasi selama beberapa tahun, serta varian 7 sebagai yang terkecil yang baru menerima sertifikasi beberapa bulan lalu. Keputusan ini menjadi pencapaian positif bagi Boeing setelah sebelumnya berhasil meraih kembali izin untuk melakukan sertifikasi mandiri terkait keselamatan armada dan melampaui pesaing utamanya, Airbus, dalam penjualan tahunan.
Proses Pengujian Panjang dan Regulasi Ketat
Proses sertifikasi 737 Max 10 memakan waktu yang cukup lama sejak penerbangan uji coba perdana dilakukan pada 2021. Pengawasan ketat oleh FAA terjadi menyusul kecelakaan fatal yang melibatkan 737 Max pada 2018 dan 2019, yang melahirkan Undang-Undang Sertifikasi, Keselamatan, dan Akuntabilitas Pesawat Udara pada 2020. Regulasi tersebut mewajibkan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat, menjadikan 737 Max 10 sebagai pesawat pertama yang harus melalui skema evaluasi baru selama lima tahun.
Selain pengetatan regulasi, FAA dan Boeing juga menyadari adanya kendala perangkat lunak yang dapat memengaruhi sistem navigasi. Meski demikian, pihak otoritas menyatakan masalah tersebut telah diidentifikasi dan pesawat dinyatakan aman serta layak terbang untuk melayani penumpang umum mulai tahun depan.
Spesifikasi Perbandingan Varian 737 Max
Setiap varian 737 Max dirancang untuk memenuhi kebutuhan rute penerbangan yang berbeda. Menurut klaim Boeing seperti dilaporkan Jalopnik, ukuran 737 Max 10 yang lebih besar memungkinkan pengangkutan penumpang secara efisien dalam jumlah penerbangan yang lebih sedikit, sehingga menekan biaya per kursi hingga ke tingkat terendah di kategori pesawat berlorong tunggal.
Varian 10 memiliki jarak jelajah hingga 3.100 mil laut, yang merupakan jangkauan terpendek dalam jajaran 737 Max. Sebagai perbandingan, varian 7 yang berkapasitas 160 penumpang mampu terbang hingga 3.800 mil laut, menjadikannya ideal untuk operasi di bandara berdataran tinggi atau bertemperatur panas. Sementara itu, varian 8 mampu membawa 180 penumpang sejauh 3.500 mil laut, dan varian 9 dapat mengangkut 195 penumpang hingga jarak 3.300 mil laut.
Saat ini, varian 10 mencakup lebih dari 30 persen dari total pesanan keluarga 737 Max. Maskapai asal Kanada, WestJet, dijadwalkan menjadi penerima pertama armada ini pada awal 2027 setelah mendapatkan sertifikasi dari regulator penerbangan Kanada, sebelum Boeing menyelesaikan pengiriman total 1.555 pesanan untuk berbagai pemesan global dan melanjutkan proses perizinan bagi seri 777X.







