Daftar Isi
Toyota dan Waymo mengumumkan rencana pengujian dan validasi robotaxi tanpa pengemudi berbasis SUV listrik bZ4X di Jepang pada tahun depan. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kemitraan strategis kedua perusahaan yang telah terjalin selama 18 bulan terakhir.
Pengujian di Jepang dan Perakitan Terpadu
Seperti dilaporkan Autoblog, armada robotaxi ini akan menjadi layanan ride-hailing sepenuhnya otonom pertama yang diproduksi secara domestik di Jepang sebelum dikembangkan ke pasar internasional lainnya. Pengujian skala awal serta validasi teknologi dijadwalkan berlangsung mulai 2027 di Jepang.
Perakitan khusus SUV Toyota bZ4X otonom ini bakal dilakukan secara terpadu di Pabrik Takaoka milik Toyota yang berlokasi di Toyota City, Jepang. Berbeda dari skema modifikasi pada umumnya, perangkat keras dan sistem otonom Waymo akan langsung dipasang di bawah satu atap pabrik bersamaan dengan proses manufaktur kendaraan dasar.
Co-CEO Waymo, Dmitri Dolgov, menyatakan bahwa kemitraan ini bertujuan membawa tingkat keamanan dan kenyamanan berkendara otonom ke pasar internasional utama. Ia menyebutkan bahwa di wilayah operasional Waymo saat ini, teknologi otonom mereka terbukti hingga 20 kali lebih aman dibandingkan pengemudi manusia dalam hal mencegah cedera akibat kecelakaan serius.
Peningkatan Fitur Toyota bZ4X untuk Robotaxi
Model SUV bZ4X, yang di Amerika Serikat kini dikenal dengan nama Toyota bZ, mencatatkan lonjakan penjualan hingga 103,4 persen tahun ini setelah menerima serangkaian penyegaran untuk model tahun 2026. Untuk mendukung fungsinya sebagai robotaxi, bZ4X otonom ini dirancang ulang demi meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas penumpang, terutama pada ruang kaki baris belakang.
Kendaraan ini juga akan dilengkapi fitur khusus yang tidak ada pada versi standar, seperti pintu otomatis, power liftgate, serta pencahayaan ambient khusus untuk mempermudah penumpang saat masuk dan keluar kendaraan. Sistem mengemudi mandiri Waymo yang disematkan pada mobil ini diklaim memiliki tingkat kepuasan pengguna mencapai 93 persen.
Anggota Dewan Direksi sekaligus Executive Vice President Toyota, Hiroki Nakajima, menjelaskan bahwa teknologi keselamatan akan memberikan dampak terbesar jika dapat menjangkau sebanyak mungkin orang. Selain memperluas skala teknologi melalui layanan ride-hailing Waymo di Jepang dan negara lain, Toyota juga terus mengeksplorasi integrasi antara kendaraan dan infrastruktur lalu lintas demi meningkatkan keselamatan jalan raya.
Rencana Ekspansi dan Pengembangan Mobil Pribadi
Setelah tahap pengujian dan validasi di Jepang selesai, armada bZ4X otonom rencananya akan disebar di Jepang sebelum diperluas ke Inggris. Penentuan prioritas ini membuat pasar dengan posisi kemudi di sebelah kanan (right-hand-drive) menjadi target awal komersialisasi. Negara-negara lain yang menjadi cakupan operasional Waymo diperkirakan akan menyusul dalam beberapa tahun mendatang.
Selain fokus pada layanan robotaxi, kerja sama antara Toyota dan Waymo ini juga bertujuan menerapkan teknologi otonom pada kendaraan pribadi milik konsumen. Pengalaman serta data yang diperoleh dari proyek robotaxi bZ4X diharapkan dapat mempercepat pengembangan sistem mengemudi mandiri untuk mobil komersial Toyota di masa depan.
Sumber: Autoblog News








