Daftar Isi
Mobil berteknologi elektrifikasi sedang diminati di pasar mobil bekas, namun Ford Escape *plug-in hybrid* (PHEV) justru mencatatkan rekor sebaliknya. Berdasarkan analisis dari situs belanja iSeeCars terhadap lebih dari 1,5 juta kendaraan bekas berusia satu hingga lima tahun, Escape PHEV berada di peringkat pertama sebagai mobil bekas paling lambat terjual di Amerika Serikat.
Waktu Penjualan yang Sangat Lambat
Escape PHEV membutuhkan waktu rata-rata selama 154,5 hari untuk terjual di pasar mobil bekas. Angka tersebut jauh tertinggal dari rata-rata mobil bekas pada umumnya yang hanya memerlukan waktu 53,4 hari, yang berarti Escape PHEV membutuhkan waktu hampir tiga kali lipat lebih lama untuk menemukan pembeli baru.
Tren keseluruhan di pasar justru berpihak pada elektrifikasi. Kendaraan listrik (EV) bekas mencatatkan kenaikan harga terbesar dengan rata-rata harga permintaan naik 9,8 persen, sementara waktu penjualannya turun 10,1 persen. Di sisi lain, kendaraan hibrida juga mencatat kenaikan moderat dalam hal harga dan kecepatan penjualan.
Karl Brauer, analis eksekutif di iSeeCars, menjelaskan bahwa secara rata-rata kendaraan berteknologi elektrifikasi berhasil mengalahkan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin, namun beberapa model tertentu justru tertahan jauh lebih lama di diler. Menurutnya, tingginya harga bahan bakar tidak mampu menyelamatkan mobil listrik atau hibrida yang kurang populer di mata konsumen.
Masalah Keandalan dan Catatan Recall
Tingginya waktu penjualan Escape PHEV ini berkaitan erat dengan catatan keandalan kendaraan yang tercatat di badan keselamatan federal Amerika Serikat, NHTSA. Selama tujuh tahun model, terdapat 10 catatan *recall* dan 129 pengaduan pemilik untuk SUV kompak tersebut.
Sebagian besar keluhan terkonsentrasi pada komponen kelistrikan dengan 51 pengaduan, disusul oleh masalah mesin sebanyak 46 pengaduan. Masalah kelistrikan dan mesin pada sebuah *drivetrain* elektrifikasi menjadi faktor utama yang membuat calon pembeli berpikir ulang untuk membelinya.
Tahun model 2022 menjadi yang paling bermasalah dengan 80 keluhan pemilik dan 2 kali *recall*. Meskipun demikian, dari sisi keselamatan, Escape PHEV mencatatkan hasil yang baik dengan meraih peringkat keselamatan keseluruhan bintang 5 dari NCAP untuk tahun model 2022, 2023, 2024, and 2025.
Panduan Membeli dan Masa Depan Model
Bagi konsumen yang tetap berminat membeli Ford Escape generasi keempat ini, tahun model 2023 dan 2024 menjadi pilihan terbaik karena penyegaran yang dilakukan telah memangkas sebagian besar masalah tahun pertama. Sebaliknya, tahun model 2020 sebaiknya dihindari karena membawa jumlah keluhan dan *recall* terbanyak.
Langkah verifikasi nomor rangka atau VIN di situs NHTSA menjadi penentu utama sebelum melakukan pembelian. Untuk varian PHEV, pembeli wajib memastikan bahwa seluruh *recall* baterai tegangan tinggi telah diselesaikan oleh pemilik sebelumnya.
Produksi Ford Escape sendiri telah berakhir pada akhir tahun lalu, dan pihak pabrikan berencana menghidupkan kembali model tersebut di masa depan pada platform kendaraan listrik universal. Kasus Escape PHEV menunjukkan bahwa pasar tetap menginginkan kendaraan elektrifikasi, namun hanya jika mobil tersebut mampu membangun kepercayaan penuh dari konsumen.
Sumber: TheTruthAboutCars







