Auto News

Hasil Awal Uji RON95: Kandungan Air di Bawah 0,05 Persen

Hasil Awal Uji RON95: Kandungan Air di Bawah 0,05 Persen
Daftar Isi
  1. Proses Pengujian dan Investigasi
  2. Langkah Perusahaan dan Pemulihan Konsumen
  3. Penguatan Standar Kualitas Bahan Bakar

Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup (KPDN) Malaysia mengungkapkan hasil analisis awal terhadap 43 sampel bensin RON95 menunjukkan kandungan air berada di bawah 0,05 persen. Temuan ini merujuk pada laporan awal dari departemen kimia tertanggal 29 Oktober, menyusul munculnya keluhan dari para pengendara di Perak, Penang, Kedah, dan Selangor.

Proses Pengujian dan Investigasi

Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, Datuk Armizan Mohd Ali, menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan total 262 sampel RON95. Sampel tersebut terdiri dari 259 unit yang diambil dari berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan tiga unit dari depo perusahaan minyak. Sebagaimana dilaporkan oleh New Straits Times, sisa sampel saat ini masih dalam tahap pengujian dan laporan lengkap akan diterbitkan setelah seluruh proses selesai.

Kementerian mulai menerima aduan sejak 3 Oktober terkait dugaan adanya zat asing dalam bensin RON95 yang menyebabkan kerusakan mesin kendaraan. Laporan tersebut mencakup dugaan kontaminasi air di beberapa SPBU di wilayah Selangor. Inspeksi telah dilakukan terhadap delapan SPBU yang tersebar di delapan negara bagian serta tiga depo perusahaan minyak.

Langkah Perusahaan dan Pemulihan Konsumen

KPDN telah mengadakan sesi diskusi dengan pihak Petron dan Chevron, pemilik merek Caltex, pada 9 Oktober dan 21 Oktober untuk mencari penyebab dugaan kontaminasi tersebut. Armizan menuturkan bahwa kedua perusahaan telah mengirimkan sampel bensin dari lokasi yang dilaporkan ke laboratorium masing-masing, termasuk laboratorium di luar negeri.

Kedua perusahaan tersebut juga telah memulai langkah tindak lanjut terhadap keluhan kerusakan kendaraan yang terbukti selama masa investigasi. Menurut Armizan, Caltex dan Petron telah menyusun program pemulihan pelanggan berupa pembayaran bantuan sebagai bentuk itikad baik. Bantuan ini diberikan berdasarkan kriteria yang ditetapkan tanpa adanya pengakuan kesalahan atau kewajiban hukum pada tahap ini. Armizan menegaskan bahwa setiap aduan akan ditindaklanjuti dengan investigasi segera, dan tindakan tegas akan diambil sesuai hukum yang berlaku jika ditemukan pelanggaran.

Penguatan Standar Kualitas Bahan Bakar

Menanggapi situasi ini, Menteri KPDN menekankan perlunya meninjau dan memperkuat koordinasi serta menetapkan standar yang lebih komprehensif terkait kualitas dan kuantitas bahan bakar. Pihaknya saat ini sedang melakukan latihan tolok ukur dengan beberapa negara, termasuk Singapura, Inggris, dan Australia.

Langkah ini bertujuan untuk meninjau standar dan mekanisme pemantauan yang diterapkan di negara-negara tersebut. Fokus penguatan mencakup aspek pengujian laboratorium terakreditasi, penegakan standar perdagangan, program pemantauan bahan bakar, serta sistem pelaporan konsumen yang transparan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *