Hyundai bersiap meluncurkan SUV listrik massal baru yang akan diproduksi di India, dengan model tersebut diproyeksikan meluncur di pasaran dengan nama IONIQ P. Kehadiran kendaraan listrik kompak ini terungkap setelah prototipe berpenyamarannya beberapa kali tertangkap kamera sedang menjalani pengujian di jalan raya.
Persiapan Peluncuran dan Kode Produksi
Dalam panggilan laporan pendapatan kuartal ketiga, seperti dilaporkan Electrek, Hyundai menyampaikan rencananya untuk memperkenalkan IONIQ P di India menyusul peluncuran model Bayon yang baru. Walau belum secara tegas mengonfirmasi penamaan model dengan sandi internal HE1i tersebut, kendaraan ini diprediksi kuat menjadi lini terbaru dalam jajaran kendaraan listrik khusus IONIQ.
Direktur Pelaksana sekaligus Kepala Eksekutif Hyundai Motor India, Tarun Garg, menyatakan pada Rabu bahwa peluncuran Bayon menandai dimulainya siklus produk emas perusahaan. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sudah siap sepenuhnya untuk meluncurkan kendaraan listrik massal khusus pada kuartal keempat tahun fiskal 2027.
Mobil tersebut pertama kali terlihat pada awal tahun ini di dekat pabrik Hyundai di Sriperumbudur, Chennai, India. Kendaraan uji coba itu membawa label berkode HE1i yang mengindikasikan bahwa model tersebut merupakan bagian dari keluarga IONIQ.
Sebagai perbandingan, kendaraan listrik uji coba terdahulu seperti IONIQ 5 dan IONIQ 9 menggunakan label berkode ME dan NE, dengan huruf E yang menandakan basis platform khusus E-GMP. SUV listrik entry-level baru ini nantinya akan diposisikan di bawah Creta Electric sebagai model yang lebih kecil dan terjangkau.
Investasi dan Rencana Pasar Global
Dalam acara CEO Investor Day pada Agustus lalu, Hyundai Motor mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan 100 kendaraan baru atau yang telah diperbarui hingga tahun 2030, yang mencakup 26 model di India. Pabrikan asal Korea Selatan ini menggelontorkan investasi sebesar 15,5 miliar dolar Amerika Serikat guna memperluas kapasitas manufaktur serta membangun rantai pasok lokal di India hingga tahun 2032.
Kendaraan listrik pemula ini akan menjadi produk EV pertama Hyundai yang diproduksi secara lokal di India, di mana kapasitas produksi total ditargetkan mencapai 1,1 juta unit pada tahun 2030. Di tengah penurunan penjualan global Hyundai sebesar 10 persen secara tahunan pada kuartal ketiga menjadi 931.211 unit, pasar India justru mencatatkan pertumbuhan tercepat dengan lonjakan penjualan sebesar 9,5 persen menjadi lebih dari 150.000 unit.
Meskipun belum memberikan rincian pasti mengenai rencana ekspor ke pasar global lainnya, pihak perusahaan menyebut bahwa India akan berfungsi sebagai pusat ekspor yang penting. Sebelum penemuan ini, sebuah prototipe tertutup juga sempat tertangkap kamera uji coba di Korea Selatan oleh kanal ShortsCar, yang awalnya sempat diduga sebagai IONIQ 4 atau IONIQ 1.
Hyundai sendiri saat ini telah mengekspor berbagai kendaraan buatan India ke sejumlah pasar global seperti Inggris, Amerika Tengah, Amerika Selatan, serta Timur Tengah. Kinerja positif tersebut turut tecermin pada pencapaian bulan September, di mana total penjualan domestik dan ekspor Hyundai dari India meningkat 11 persen menjadi 77.916 unit yang merupakan rekor bulanan tertinggi.
Sumber: Electrek





