Auto News

Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja Akibat BBM Naik

Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja Akibat BBM Naik

Kapal pesiar mewah Villa Vie Odyssey terpaksa menghentikan operasinya dan mengandaskan perjalanannya di Sihanoukville, Kamboja, akibat lonjakan drastis biaya bahan bakar. Keputusan penghentian operasional ini diumumkan oleh pengelola kapal, Villa Vie Residences, pada Rabu lalu setelah kapal berlayar mengelilingi dunia selama dua tahun.

Lonjakan Biaya Bahan Bakar

Kenaikan harga bahan bakar tersebut dipicu oleh konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada pemblokiran Selat Hormuz. Pihak Villa Vie Residences mengungkapkan bahwa biaya bahan bakar bulanan untuk kapal berkapasitas 485 kabin tersebut melonjak hingga 8.000 dolar AS per kabin di beberapa wilayah Asia, jauh melampaui rata-rata biaya sebelumnya yang sebesar 1.800 dolar AS per kabin.

Sebelum memutuskan untuk menyetop perjalanan, pengelola kapal sempat berupaya mengurangi konsumsi bahan bakar dengan memperlama durasi bersandar di pelabuhan. Pihak operator juga sempat mempertimbangkan skema biaya tambahan bahan bakar, namun mengakui tidak mungkin membebankan seluruh kenaikan biaya tersebut kepada para penumpang.

Evakuasi Mendadak dan Masa Depan Operasional

Para penumpang hanya mendapatkan pemberitahuan singkat sebelum diminta meninggalkan kapal di kota pesisir Sihanoukville. Seperti dilaporkan BBC, sepasang suami istri di atas kapal menuturkan bahwa Chief Executive Officer Villa Vie Residences memberi tahu seluruh penumpang pada Selasa pukul 06.00 waktu setempat bahwa mereka harus turun pada pukul 14.00 di hari yang sama.

Sebagian besar penumpang dan kru kini tinggal di sejumlah hotel di Sihanoukville, sementara beberapa lainnya memilih melanjutkan perjalanan secara mandiri ke berbagai wilayah di Asia Tenggara. Para penumpang yang sebelumnya membeli hunian kabin dengan harga antara 120.000 hingga 440.000 dolar AS kini menunggu kepastian mengenai nasib perusahaan dan kapal tersebut.

Perjalanan pelayaran keliling dunia ini sebelumnya telah menghadapi sejumlah hambatan sejak sebelum berangkat dari Belfast, Irlandia Utara, pada 2024. Saat itu, kapal tertahan di pelabuhan selama empat bulan akibat masalah perawatan, bahkan seorang penumpang wanita dilarang ikut setelah menyampaikan keluhan atas penundaan tersebut. Setelah akhirnya mulai berlayar, kapal juga sempat berlabuh di lepas pantai untuk menyelesaikan pengurusan dokumen. Pihak Villa Vie Residences menyatakan akan berupaya melakukan restrukturisasi dan rekapitalisasi perusahaan dalam jangka waktu 60 hari ke depan, sementara para penumpang mengenang dua tahun perjalanan laut tersebut sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *