Maruti Suzuki berencana menaikkan kapasitas produksi kendaraan berbahan bakar gas alam terkompresi atau CNG mulai Januari 2027. Keputusan tersebut diambil lantaran permintaan untuk berbagai model mobil mulai dari hatchback, sedan, hingga SUV terus melampaui ketersediaan pasokan sehingga membuat konsumen harus menunggu lebih lama.
Pertumbuhan Penjualan dan Kendala Kapasitas
Sebagai produsen kendaraan penumpang terbesar di India, perusahaan berhasil memasarkan hampir 87.000 unit mobil CNG pada bulan Oktober. Angka tersebut mencakup sekitar 40 persen dari total volume penjualan domestik mereka. Meski demikian, pihak manajemen menyampaikan bahwa kapasitas produksi CNG yang ada saat ini masih terbatas sehingga menghambat kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh pesanan.
Menurut Senior Executive Officer Marketing and Sales Maruti Suzuki India, Partho Banerjee, kapasitas produksi bulanan untuk kendaraan CNG saat ini berkisar antara 85.000 hingga 86.000 unit. Kapasitas tambahan dijadwalkan mulai tersedia pada bulan Januari, kendati ia belum merinci seberapa besar peningkatan yang akan dilakukan. Dalam laporan kinerja paruh pertama tahun fiskal, penjualan CNG tercatat melonjak sekitar 44 persen secara tahunan menjadi hampir 4,5 lakh unit. Maruti menargetkan penjualan lebih dari 9 lakh unit kendaraan CNG sepanjang tahun fiskal, meningkat dari pencapaian sekitar 7,46 lakh unit pada tahun sebelumnya.
Lini produk CNG Maruti mencakup berbagai segmen mulai dari hatchback entry-level, hatchback premium, sedan, kendaraan serbaguna atau MPV, hingga SUV. Banerjee menyebutkan bahwa permintaan tetap tinggi pada model-model seperti WagonR, Swift, Baleno, Brezza, dan Victoris. Perusahaan juga mengamati pergeseran preferensi pembeli, di mana kendaraan CNG kini mulai menarik minat konsumen yang sebelumnya melirik mobil bermesin diesel.
“Today, CNG is no more a value for money product. It is an aspirational product,” ujar Banerjee seraya menambahkan bahwa pihaknya melihat pelanggan beralih dari varian diesel ke varian CNG.
Tren kenaikan harga bahan bakar konvensional turut mendongkrak minat terhadap kendaraan CNG yang menawarkan biaya operasional lebih murah bagi pengguna dengan intensitas berkendara tinggi. Selain itu, Maruti telah memperluas penawaran CNG ke dalam transmisi otomatis untuk model Swift, Dzire, dan Baleno, serta menerapkan penempatan tangki CNG di bagian bawah bodi pada SUV Brezza dan Victoris guna menghemat ruang bagasi.
Peningkatan Produksi dan Stok Terbatas
Kendala pasokan CNG ini terjadi di tengah tingginya permintaan pada seluruh portofolio kendaraan penumpang Maruti Suzuki. Berdasarkan pengumuman penjualan bulan Oktober, total pengiriman naik 25 persen secara tahunan mencapai rekor 2.76.120 unit. Penjualan domestik, yang mencakup kendaraan komersial ringan, meningkat sekitar 20 persen menjadi 2.16.789 unit. Pengiriman ritel pada bulan tersebut menyentuh angka 2.44 lakh unit, melampaui pengiriman grosir domestik.
Kendati pengiriman terbilang tinggi, perusahaan menutup bulan tersebut dengan sekitar 2.45 lakh pesanan yang masih tertunda dan stok diler yang hanya mencakup waktu 12 hari. Banerjee menyatakan kekhawatirannya mengenai tingkat persediaan jaringan diler yang rendah menjelang periode perayaan, terlebih perusahaan masih menghadapi batasan produksi.
“Honestly, we are not happy with the network stock. We would have loved to have a network stock of at least one month before the festival time,” ungkap Banerjee.
Total produksi kendaraan Maruti mencapai sekitar 2,6 lakh unit pada bulan Oktober atau naik 35 persen secara tahunan, terbantu oleh penambahan kapasitas pabrik dan perbaikan operasional. Senior Executive Officer Corporate Affairs Rahul Bharti mengemukakan bahwa rata-rata produksi harian meningkat menjadi sekitar 10.100 kendaraan pada bulan Oktober dari 9.100 unit pada kuartal pertama dan 9.600 unit pada kuartal kedua tahun fiskal tersebut. Walau demikian, manajemen memperingatkan bahwa volume produksi dan pengiriman pada bulan November berpotensi lebih rendah karena hari kerja yang lebih sedikit akibat perayaan Diwali dan hari libur lainnya. Maruti tetap optimistis penambahan kapasitas dari bulan Januari akan membantu memperbaiki ketersediaan kendaraan serta memangkas masa tunggu konsumen.







