Auto News

Pasar Mobil Listrik Global Bergeser ke Negara Berkembang

Pasar Mobil Listrik Global Bergeser ke Negara Berkembang
Daftar Isi
  1. Pertumbuhan Pesat di Asia Tenggara dan Pasar Berkembang
  2. Faktor Pendorong dan Peran Produsen Lokal
  3. Negara Pimpin Adopsi dan Penjualan Terbesar

Asumsi bahwa adopsi mobil listrik berbasis baterai (BEV) hanya didominasi oleh negara-negara kaya seperti Eropa, Amerika Serikat, dan China kini mulai bergeser. Menurut laporan The Driven, lonjakan adopsi pasar BEV justru terjadi secara pesat di luar pasar otomotif utama tersebut, dengan wilayah Asia Tenggara mencatatkan pertumbuhan yang signifikan pada semester pertama 2026.

Pertumbuhan Pesat di Asia Tenggara dan Pasar Berkembang

Data penjualan mobil penumpang baru pada paruh pertama 2026 mencatat Vietnam berada di peringkat kelima secara global dari 55 negara yang memiliki data ketersediaan pasar. Pangsa pasar BEV di Vietnam mencapai 44 persen, yang berarti hampir satu dari dua mobil baru yang terjual di negara tersebut merupakan kendaraan listrik murni.

Negara berkembang lainnya juga mencatatkan tingkat adopsi yang tinggi. Thailand menempati posisi kedelapan dunia dengan pangsa pasar BEV sebesar 41 persen. Sementara itu, Indonesia berada di peringkat ke-22 dengan pangsa pasar 21 persen, dan Kolombia menempati urutan ke-26 dengan adopsi sebesar 16 persen.

Selain peningkatan pangsa pasar, pertumbuhan total penjualan di negara-negara ini juga tergolong yang tercepat di dunia. Dalam rentang tahun 2021 hingga 2025, untuk kategori negara dengan penjualan minimal 100.000 unit BEV baru pada 2025, Vietnam membukukan laju pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) mencapai 574 persen. Indonesia menyusul di posisi berikutnya dengan pertumbuhan 255 persen, diikuti Turki sebesar 183 persen dan Thailand sebesar 181 persen.

Faktor Pendorong dan Peran Produsen Lokal

Peningkatan pesat adopsi mobil listrik di Vietnam, Indonesia, Turki, dan Thailand didorong oleh kombinasi berbagai faktor. Insentif pemerintah, semakin banyaknya pilihan model, serta strategi industri untuk membangun rantai nilai lokal dan menarik investasi menjadi pemicu utama pertumbuhan ini. Keberadaan produsen domestik juga memegang peranan penting di beberapa negara.

Di Vietnam, produsen lokal VinFast menjadi penggerak utama adopsi kendaraan listrik dengan menguasai hampir seluruh penjualan BEV baru. Hal serupa terjadi di Turki, di mana merek lokal Togg mendukung pertumbuhan pasar bersama produsen internasional lainnya.

Negara Pimpin Adopsi dan Penjualan Terbesar

Meskipun pasar berkembang melaju pesat, negara-negara dengan tingkat adopsi tinggi secara historis masih memimpin dalam hal persentase. Norwegia mencatatkan pangsa pasar BEV tertinggi di dunia sebesar 98 persen pada semester pertama 2026, disusul Denmark sebesar 80 persen dan Singapura sebesar 60 persen. Capaian ini didukung oleh kebijakan berkelanjutan, insentif fiskal, skema perpajakan yang menguntungkan, serta investasi infrastruktur pengisian daya.

Dari segi volume penjualan absolut, pasar otomotif terbesar dunia masih mendominasi. China mencatatkan penjualan terbanyak dengan hampir 3 juta unit BEV baru pada paruh pertama 2026, diikuti Amerika Serikat sebanyak 452.000 unit, Jerman 368.000 unit, Inggris 285.000 unit, dan Prancis 242.000 unit. Kelima pasar ini menyumbang 68 persen dari total penjualan mobil listrik murni secara global.

Pangsa pasar di lima negara besar tersebut bervariasi secara signifikan. China mencatatkan pangsa BEV sebesar 35 persen, Prancis 28 persen, Jerman 26 persen, dan Inggris 25 persen. Sementara itu, Amerika Serikat berada di posisi terendah di antara pasar utama dengan pangsa pasar BEV sebesar 6 persen, mengindikasikan bahwa geografis transisi kendaraan listrik global kini semakin meluas ke wilayah-wilayah baru.

Sumber: The Driven

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *