Auto Niaga

Pendapatan Atul Auto Naik 34 Persen, Laba Turun

Pendapatan Atul Auto Naik 34 Persen, Laba Turun
Daftar Isi
  1. Kinerja Keuangan Konsolidasi Kuartal Kedua
  2. Kinerja Semester Pertama dan Volume Penjualan
  3. Neraca Keuangan dan Hasil Standalone

Produsen kendaraan roda tiga yang berbasis di Rajkot, Atul Auto, mencatat lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 34 persen secara tahunan pada kuartal Juli-September. Kendati penjualan dan volume meningkat, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan akibat kenaikan biaya material dan operasional yang lebih cepat.

Kinerja Keuangan Konsolidasi Kuartal Kedua

Pendapatan konsolidasi dari operasional tercatat sebesar Rp268,3 crore, meningkat dari Rp200,2 crore pada periode yang sama tahun lalu serta naik 22,8 persen dari Rp218,4 crore pada kuartal Juni. Total pendapatan, termasuk pendapatan lain-lain sebesar Rp1,9 crore, mencapai Rp270,2 crore. Sementara itu, laba sebelum pajak turun 22,5 persen menjadi Rp9,0 crore dari Rp11,6 crore.

Laba bersih perusahaan tercatat sebesar Rp6,8 crore, turun 17,3 persen dari Rp8,3 crore pada tahun sebelumnya dan sekitar 15 persen lebih rendah dari kuartal pertama yang sebesar Rp8,0 crore. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan adalah Rp6,7 crore dibandingkan Rp9,2 crore. Laba per saham dasar dan dilusian dengan nilai nominal Rp5 berada di angka Rp2,41, turun dari Rp3,30 pada tahun sebelumnya dan Rp2,86 pada kuartal pertama.

Penyusutan laba ini disebabkan oleh lonjakan biaya, di mana konsumsi bahan baku meningkat menjadi sekitar 78 persen dari pendapatan dibandingkan sekitar 75,5 persen pada tahun lalu. Biaya karyawan naik sekitar 19 persen menjadi Rp24,5 crore, dan beban lainnya meningkat sekitar 37 persen menjadi Rp18,3 crore. Di sisi lain, beban keuangan turun menjadi Rp2,05 crore dari Rp2,64 crore sebagai penyeimbang parsial.

Kinerja Semester Pertama dan Volume Penjualan

Untuk periode April hingga September, pendapatan konsolidasi naik 37,9 persen menjadi Rp486,7 crore dari Rp353,0 crore. Laba sebelum pajak tumbuh 33 persen menjadi Rp19,8 crore, sedangkan laba bersih meningkat 44 persen menjadi Rp14,9 crore dari Rp10,3 crore. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik mencapai Rp14,6 crore, naik sekitar 21 persen dari Rp12,1 crore, dengan laba per saham semester pertama sebesar Rp5,27 berbanding Rp4,37.

Dari sisi penjualan, perusahaan memasarkan 11.916 unit kendaraan roda tiga pada kuartal tersebut, naik sekitar 29 persen dari 9.248 unit pada tahun lalu dan meningkat 21 persen dari 9.878 unit pada kuartal pertama. Total volume penjualan semester pertama mencapai 21.794 unit, naik sekitar 35 persen dari 16.177 unit, menyusul pencapaian penjualan tahun fiskal penuh sebelumnya sebanyak 38.449 unit.

Bisnis otomotif menjadi motor penggerak pertumbuhan dengan pendapatan bruto segmen yang naik 37,5 persen menjadi Rp257,9 crore, meskipun laba sebelum pajaknya terkoreksi 6 persen menjadi Rp9,2 crore. Sebaliknya, pendapatan segmen pembiayaan non-bank atau NBFC turun 14 persen menjadi Rp12,3 crore dan mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp0,24 crore.

Neraca Keuangan dan Hasil Standalone

Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp799,8 crore pada 30 September dengan ekuitas mencapai Rp496,3 crore. Total pinjaman berkurang menjadi sekitar Rp108,8 crore dari Rp144,4 crore pada akhir Maret setelah perusahaan melunasi Rp35,6 crore pada semester tersebut, sementara persediaan meningkat menjadi Rp132,5 crore.

Secara terpisah atau standalone, pendapatan dari operasional naik 37,4 persen menjadi Rp259,4 crore, namun laba sebelum pajak turun 43 persen menjadi Rp9,2 crore dan laba bersih merosot 44 persen menjadi Rp6,9 crore. Neraca keuangan standalone tetap bebas utang dengan total aset Rp632,7 crore dan ekuitas Rp475,8 crore.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *