Daftar Isi
Studds Accessories Limited yang berbasis di Faridabad melaporkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 19 persen year-on-year untuk kuartal Juli-September. Meskipun penjualan helm dan aksesoris di bawah merek Studds serta SMK Helmets mengalami peningkatan, laba bersih perusahaan justru turun sebesar 28 persen akibat lonjakan biaya.
Hasil Keuangan Konsolidasi
Pendapatan dari operasional tercatat sebesar Rp183,1 crore, naik 18,6 persen dari Rp154,4 crore pada periode yang sama tahun sebelumnya dan naik 7,9 persen dari Rp169,7 crore pada kuartal Juni. Total pendapatan, termasuk pendapatan lain-lain sebesar Rp3,4 crore, mencapai Rp186,5 crore. Laba sebelum pajak turun 25 persen menjadi Rp20,4 crore dari Rp27,2 crore, sementara laba bersih turun 28,5 persen menjadi Rp14,7 crore dari Rp20,6 crore pada tahun lalu. Laba per saham dengan nilai nominal Rp5 berada di angka Rp3,75, dibandingkan Rp5,24 pada tahun sebelumnya.
Total pengeluaran meningkat 27,7 persen menjadi Rp166,1 crore, dengan biaya bahan baku naik 27 persen menjadi Rp83,8 crore atau sekitar 45,8 persen dari pendapatan. Biaya lainnya melonjak 28 persen menjadi Rp57,0 crore, dan biaya karyawan naik 18,5 persen menjadi Rp18,8 crore. Marjin sebelum pajak menyusut dari 17,6 persen menjadi sekitar 11,1 persen, dengan beban pajak tercatat sebesar Rp5,7 crore.
Untuk periode April hingga September, pendapatan konsolidasi naik 16,2 persen menjadi Rp352,8 crore dari Rp303,7 crore. Laba sebelum pajak turun 31,5 persen menjadi Rp37,6 crore dan laba bersih turun 33,8 persen menjadi Rp27,0 crore. Untuk keseluruhan tahun fiskal 2026, kelompok usaha ini mencatatkan laba sebesar Rp82,7 crore dari pendapatan Rp634,2 crore.
Kinerja Perusahaan Induk dan Neraca
Pendapatan kuartal perusahaan induk naik 18,3 persen menjadi Rp182,5 crore, sementara laba sebelum pajak turun 24,4 persen menjadi Rp21,1 crore dan laba bersih turun 27,1 persen menjadi Rp15,5 crore. Selisih antara laba induk dan konsolidasi mencerminkan kerugian yang dialami oleh anak usaha baru di Italia. Total aset konsolidasi tercatat sebesar Rp658,2 crore per 30 September dengan pinjaman yang sangat minim sebesar Rp3,7 crore, sementara arus kas operasional neto turun tajam menjadi Rp9,8 crore dari Rp66,5 crore akibat peningkatan piutang.
Ekspansi Global dan Program Karyawan
Studds mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki di Italia bernama SMK Helmets Europe SRL dengan modal awal Rp3,35 crore, yang belum mencatatkan pendapatan dan menderita kerugian Rp0,97 crore pada kuartal tersebut. Perusahaan juga menyetor tambahan Rp0,95 crore ke anak usahanya di Amerika Serikat, Bikerz US Inc., yang membukukan pendapatan Rp2,65 crore dan laba Rp0,49 crore pada kuartal ini.
Dewan dan Komite Nominasi serta Remunerasi menyetujui pemberian hibah pertama di bawah Skema ESOP Studds 2026 yang mencakup 130.000 opsi dengan harga pelaksanaan diskon 15 persen dari penutupan NSE pada 30 Oktober. Selain itu, para pemegang saham menyetujui dividen final tahun fiskal 2026 sebesar Rp3 per saham dan pembayaran senilai Rp11,8 crore telah dilakukan selama kuartal tersebut.






