Auto Niaga

Vingroup Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Filipina

Vingroup Bangun Pabrik Kendaraan Listrik di Filipina

Vingroup, perusahaan induk VinFast, berencana mendirikan fasilitas manufaktur kendaraan listrik baru di Filipina guna memperkuat pangsa pasar otomotif di Asia Tenggara. Konglomerat asal Vietnam tersebut menggelontorkan dana investasi sebesar US$500 juta atau setara dengan sekitar €449 juta untuk pembangunan pabrik baru ini.

Rencana Lokasi dan Kapasitas Produksi

Departemen Perdagangan dan Industri Filipina (DTI) menyampaikan rencana tersebut usai menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Sekretaris DTI Cristina Roque, jajaran pejabat pemerintah, serta Wakil Ketua Vingroup Nguyen Quoc Tuan. Pabrik di Filipina ini nantinya akan menjadi pusat produksi luar negeri ketiga milik perusahaan setelah Indonesia dan India.

Meskipun pihak DTI belum mengungkap secara resmi titik lokasi pabrik kendaraan listrik tersebut, Inquirer.net melaporkan bahwa Batangas menjadi lokasi yang paling diminati. Batangas merupakan sebuah provinsi di bagian barat daya Luzon yang menarik minat Vingroup karena lokasinya yang dekat dengan pelabuhan. Perusahaan dikabarkan tengah mencari lahan dengan luas minimal 300 hektare.

Vingroup harus segera merampungkan pemilihan lokasi dan mengamankan lahan tersebut karena DTI menargetkan proses konstruksi dapat dimulai pada kuartal pertama tahun 2027. Pabrik itu diperkirakan rampung dalam waktu satu hingga satu setengah tahun sehingga operasional produksi bisa dimulai pada pertengahan 2028. Menurut DTI, fasilitas manufaktur lokal tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan awal sebanyak 200.000 unit kendaraan.

Jajaran Produk dan Tanggapan Pemerintah

Saat ini VinFast memasarkan lima model mobil listrik di Filipina, yakni VF 3, VF 5, VF 6, VF 7, dan VF 9. Perusahaan tersebut juga merambah pasar kendaraan roda dua listrik pada bulan Juli dengan meluncurkan tiga skuter sekaligus, yaitu Evo, Feliz II, dan Viper. Pabrik manufaktur lokal yang direncanakan ini nantinya akan memproduksi mobil sekaligus skuter, dengan prioritas produksi awal difokuskan pada kendaraan roda empat.

Sekretaris DTI Cristina Roque menyatakan bahwa penanaman modal sebesar US$500 juta dari Vingroup menegaskan posisi Filipina sebagai tujuan utama di Asia Tenggara untuk sektor manufaktur canggih dan teknologi hijau. “Vingroup’s $500 million investment underscores the Philippines’ rising status as Southeast Asia’s destination of choice for advanced manufacturing and green technology. Under President Marcos Jr.’s administration, our mandate is clear: to translate investor confidence into immediate operational momentum,” ujar Roque seperti dilaporkan electrive.com.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *