Auto News

Penjualan EV Toyota Naik Dua Kali Lipat, Pasar China Anjlok

Penjualan EV Toyota Naik Dua Kali Lipat, Pasar China Anjlok
Daftar Isi
  1. Pertumbuhan Signifikan Penjualan Kendaraan Listrik Toyota
  2. Penurunan Total Penjualan Global Akibat Pasar China
  3. Strategi Baru dan Tantangan Produsen Otomotif Global di China

Penjualan kendaraan listrik atau battery electric vehicles (BEV) Toyota mengalami lonjakan signifikan sebesar 127,4 persen secara global hingga September 2026 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kendati demikian, pertumbuhan positif pada lini kendaraan listrik ini belum mampu mendongkrak total penjualan keseluruhan akibat lesunya pasar kendaraan berbahan bakar minyak di China.

Pertumbuhan Signifikan Penjualan Kendaraan Listrik Toyota

Berdasarkan data yang mencakup merek Toyota dan Lexus, perusahaan berhasil menjual sebanyak 309.766 unit kendaraan listrik secara global dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Kecuali pada bulan Januari yang mencatat kenaikan 87,5 persen, penjualan bulanan mobil listrik Toyota selalu mencatatkan pencapaian lebih dari dua kali lipat dibanding tahun 2025.

Peningkatan permintaan ini terjadi setelah Toyota bersama Lexus meluncurkan pembaruan untuk SUV listrik generasi pertama mereka, yakni model bZ4X dan RZ. Toyota juga memperluas lini produknya dengan menghadirkan beberapa model listrik baru seperti C-HR+, bZ4X Touring, dan Urban Cruiser, sementara merek Lexus kini menyediakan varian ES EV. Kedua merek tersebut juga bersiap meluncurkan SUV listrik tiga baris dalam beberapa bulan mendatang.

Data Cleantechnica menunjukkan bahwa model Toyota bZ4X menempati peringkat ke-20 sebagai kendaraan listrik terlaris di dunia hingga bulan Agustus dengan angka penjualan mendekati 100.000 unit.

Penurunan Total Penjualan Global Akibat Pasar China

Di balik kesuksesan lini kendaraan listriknya, total penjualan global Toyota Motor justru mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut hingga bulan September. Pada bulan September saja, pabrikan asal Jepang ini hanya menjual 860.107 kendaraan, atau turun 2,2 persen dari tahun sebelumnya. Perusahaan menjelaskan bahwa meskipun permintaan secara keseluruhan terpantau stabil, penurunan tajam di China menyeret turun angka penjualan global.

Akumulasi penjualan global Toyota hingga September tercatat sebanyak 7,51 juta kendaraan atau merosot 3,4 persen. Khusus di pasar China, penjualan Toyota terjun bebas hampir 20 persen dan menandai tren penurunan selama delapan bulan berturut-turut. Selama sembilan bulan pertama tahun 2026, Toyota hanya membukukan penjualan sedikit di atas 1,05 juta unit di China, yang berarti terjadi koreksi 18,9 persen dari tahun sebelumnya.

Menurut keterangan Toyota, pasar otomotif secara keseluruhan di China tetap lemah karena kenaikan harga bensin, sementara pasar untuk kendaraan bensin dan hibrida mengalami dampak paling berat. Di negara tersebut, Toyota sebenarnya memasarkan beberapa kendaraan listrik melalui dua usaha patungan, yaitu GAC Toyota dan FAW Toyota, termasuk model bZ3, bZ3X, bZ5, dan bZ7.

Strategi Baru dan Tantangan Produsen Otomotif Global di China

China merupakan pasar terbesar kedua bagi Toyota setelah Amerika Serikat. Bahkan, hingga September ini, volume penjualan di pasar domestik Jepang yang mencapai 1,19 juta unit telah melampaui angka penjualan di China.

Sebagai langkah pemulihan untuk bersaing dengan pabrikan lokal seperti BYD, Toyota mulai mengadopsi teknologi kendaraan listrik serta praktik manufaktur asal China. Sebagaimana dilaporkan Nikkei pada bulan Agustus, Toyota berencana memproduksi SUV listrik Lexus terbaru di pabrik baru Shanghai pada musim gugur mendatang, bukan di Jepang seperti tradisi sebelumnya. Model baru ini akan memanfaatkan metode manufaktur canggih, termasuk pengecoran gigacasting, demi menekan biaya produksi dan mempercepat proses pembuatan.

Tantangan serupa juga dihadapi oleh produsen otomotif global lainnya di pasar China yang bergerak sangat cepat. Seperti dilaporkan Electrek, CFO sekaligus COO Volkswagen Group, Arno Antilitz, menyatakan bahwa perusahaannya harus bertindak cepat dan tegas setelah penjualan kuartal ketiga di China anjlok 38 persen menjadi 405.800 unit. Volkswagen turut berencana mengaplikasikan teknologi yang dikembangkan di China untuk lini kendaraan listrik generasi berikutnya guna dipasarkan ke luar negeri.

Sumber: Electrek

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *