Pemerintah Inggris berencana memberlakukan undang-undang baru untuk menindak pengendara sepeda listrik yang melanggar lampu merah, berkendara di trotoar, atau mengemudi dalam keadaan mabuk. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya di tengah maraknya pelanggaran lalu lintas oleh pengguna transportasi roda dua tersebut.
Aturan Parkir dan Sanksi untuk Operator
Selain penindakan bagi pengendara, konsultasi publik ini juga akan menetapkan aturan yang mewajibkan operator penyedia layanan untuk memastikan ketersediaan area parkir yang memadai bagi armada mereka. Meskipun pengguna yang meninggalkan sepeda sewaan secara sembarangan sudah dapat dikenakan denda melalui aplikasi, peraturan baru ini juga memungkinkan operator untuk turut didenda jika terjadi pelanggaran parkir massal.
Perdana Menteri Andy Burnham menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan perbaikan sehari-hari yang kecil namun penting guna menciptakan keamanan yang lebih baik di jalanan.
Lonjakan Penggunaan dan Angka Kecelakaan
Penggunaan sepeda listrik mengalami lonjakan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan survei dari perusahaan jasa keberlanjutan RSK, satu dari 10 orang di Inggris pernah menyewa sepeda atau sepeda listrik, di mana sepertiga dari mereka mengaku pernah menerobos lampu merah saat berkendara.
Data tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah korban tewas atau luka serius akibat kecelakaan lalu lintas pada pengendara mobil mengalami penurunan sebesar satu persen dalam 12 bulan sebelumnya. Sebaliknya, angka kecelakaan untuk pengendara sepeda kayuh justru meningkat sebesar 14 persen dan kelompok pengguna jalan lainnya yang mencakup pengendara skuter listrik naik empat persen.
Wali Kota London Sadiq Khan menegaskan bahwa pendekatan bebas tanpa aturan yang selama ini terjadi pada sepeda listrik tanpa dok tidak boleh dibiarkan berlanjut. Menurutnya, meski layanan tersebut membantu ribuan warga London untuk bersepeda, pertumbuhan pesatnya juga menimbulkan berbagai tantangan terkait keselamatan, parkir yang tidak tertib, serta kurangnya data untuk mengelola layanan tersebut secara tepat.
Sumber: Sitewide RSS feed




