Kelompok peretas stegan0gram berhasil membongkar kamera pengawas kendaraan otomatis atau automatic license plate readers (ALPR) buatan Flock untuk mempelajari celah keamanan dan data yang dikumpulkan. Berdasarkan laporan yang diliput bersama oleh Wired dan 404Media seperti dilansir Jalopnik, para peretas membuka cangkang kamera tersebut untuk membuat salinan data hampir sempurna yang tersimpan di dalamnya.
Temuan Celah Keamanan dan Data Kendaraan
Dalam wawancara dengan 404Media, anggota kelompok stegan0gram menyatakan bahwa mereka memilih untuk membongkar dan merekayasa balik perangkat keras tersebut alih-alih hanya merusaknya. Aksi peretasan ini mengungkap bahwa enkripsi yang digunakan kamera Flock sangat lemah, di mana kunci untuk membuka data terenkripsi justru tersimpan tanpa enkripsi dalam bagian memori kamera bernama media.
Melalui data yang berhasil didekripsi tersebut, para peretas menemukan catatan dari lebih 50.000 kendaraan serta lebih dari 1,5 juta gambar. Kamera tersebut juga terbukti mampu mendeteksi individu, pelat nomor, sepeda, kendaraan bermotor, stiker bumper, hingga bingkai pelat nomor. Selain itu, ditemukan pula bahwa kamera Flock tidak membaca pelat nomor secara lokal atau membangun tanda tangan kendaraan di perangkat, melainkan memprosesnya di peluncuran server Flock setelah data ditransfer.
Perlawanan Publik terhadap Penggunaan ALPR
Kurangnya transparansi dari perusahaan pembuat kamera pengawas membuat berbagai pihak bergerak melakukan perlawanan dan edukasi publik. Situs DeFlock.org yang dipraktekkan oleh seorang insinyur perangkat lunak pada tahun 2024 telah memetakan kamera Flock di seluruh negeri, yang bahkan sempat memicu CEO Flock Garrett Langley menyebut situs tersebut sebagai organisasi teroris. Dukungan serupa juga datang dari MapQuest yang mulai menampilkan lokasi kamera Flock pada peta mereka.
Selain stegan0gram, kelompok peretas seperti GainSec dan Benn Jordan turut berperan besar dalam mengungkap misteri di balik operasional ALPR. Masyarakat yang keberatan dengan pengawasan pergerakan kendaraan oleh penegak hukum disarankan untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah kota agar menghentikan penggunaan kamera Flock dan perangkat ALPR sejenis.







