Porsche memutuskan untuk tidak memindahkan fasilitas produksi ke Amerika Serikat meskipun saudaranya, Audi, berencana menggelontorkan dana sebesar 4 miliar dolar AS untuk mendirikan pabrik di negara tersebut. Direktur Keuangan Jochen Breckner menyampaikan hal itu kepada para analis dalam sebuah panggilan telepon terkait laporan keuangan perusahaan.
Pertimbangan Bisnis dan Kompleksitas Produk
Menurut Jochen Breckner kepada TheTruthAboutCars, rencana pendirian pabrik di Amerika Serikat tidak masuk dalam agenda perusahaan karena tidak memberikan keuntungan bisnis. Ia menjelaskan bahwa kompleksitas jajaran produk Porsche yang tinggi, volume produksi yang lebih rendah, serta kebutuhan investasi tambahan menjadi alasan utama keputusan tersebut.
Audi dan Porsche sebenarnya sudah merakit model Q7, Q8, serta Cayenne yang menggunakan platform serupa di bawah satu atap di Slovakia. Kendati demikian, strategi bisnis kedua merek tersebut berbeda jauh di mana Audi berfokus pada volume penjualan, sementara Porsche mengandalkan margin keuntungan tinggi dari opsi, paket tambahan, model yang lebih mahal, serta edisi khusus.
Faktor Tarif Impor dan Kondisi Keuangan
Para pembeli mobil Porsche lebih mengutamakan performa dan prestise merek dibandingkan harga kendaraan. Kondisi ini membuat tarif impor sebesar 15 persen yang diberlakukan terhadap mobil impor di Amerika Serikat memberikan dampak yang lebih ringan bagi Porsche dibandingkan merek lain yang harus bersaing ketat dalam hal harga.
Dari sisi finansial, Porsche sempat menghadapi tantangan dalam mencatatkan keuntungan yang signifikan, meski perusahaan berhasil meningkatkan perolehan laba pada kuartal ketiga di tengah penurunan angka penjualan. Oleh karena itu, pembangunan pabrik bernilai miliaran dolar di Amerika Serikat dinilai tidak sesuai dengan anggaran maupun rencana strategis perusahaan.
Sumber: TheTruthAboutCars






