Daftar Isi
Satu unit mobil listrik jenis hatchback BYD Atto 1 mengalami copot roda belakang kanan di Jakarta Barat pada Sabtu (2/11) setelah dilaporkan menabrak pembatas jalan beton. Pengemudi menyebut kendaraan masih sempat berjalan sekitar satu hingga dua kilometer sebelum poros roda belakang patah dan rodanya terlepas.
Rekaman insiden tersebut beredar di media sosial Indonesia dengan unggahan bertuliskan “Kualitas EV China merata”. Kejadian ini menarik perhatian publik terkait kerusakan kendaraan serta kualitas mobil listrik buatan Tiongkok secara umum.
Kronologi Kejadian dan Penanganan di Lokasi
Insiden tersebut berlangsung sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Ring Road Raya, dekat pintu keluar Tol Kapuk-Kamal, Cengkareng. Sebelum roda terpisah dari bodi mobil, pengemudi mengaku mendengar beberapa kali suara benturan keras material logam setelah indikator peringatan menyala pada panel instrumen dashboard.
Proses evakuasi melibatkan 11 petugas dinas perhubungan dan Satpol PP. Menurut penuturan yang dilaporkan CarNewsChina.com, penanganan dilakukan dalam dua tahap. Petugas terlebih dahulu menarik bagian depan mobil untuk mengosongkan jalur lalu lintas yang aktif, kemudian memosisikan ulang peralatan derek dan mengangkat poros belakang kendaraan ke atas troli empat roda. Roda kanan belakang yang terlepas diletakkan di atas tempat penopang derek bersama dengan kendaraan.
BYD Atto 1, yang dipasarkan dengan nama BYD Seagull di Tiongkok dan Dolphin Mini di beberapa pasar Amerika Latin, merupakan mobil listrik penggerak roda depan yang mengusung e-Platform 3.0 buatan BYD. Berdasarkan spesifikasi resmi di Indonesia, kendaraan ini menggunakan suspensi depan MacPherson strut dan suspensi belakang torsion-beam. Varian Dynamic memiliki bobot 1.225 kg, sedangkan varian Premium berbobot 1.280 kg, dan keduanya mengusung baterai Blade BYD.
Laporan lokal mengidentifikasi kerusakan berada pada bagian poros roda belakang yang patah. Meski demikian, komponen spesifik yang mengalami kegagalan serta keterkaitan langsung antara benturan dengan kerusakan tersebut belum dipastikan secara pasti.
Tanggapan Resmi BYD Indonesia
PT BYD Motor Indonesia menyatakan tim purna jualnya tengah berkoordinasi dengan pemilik kendaraan untuk mengatur inspeksi secara menyeluruh. Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan kepada Kompas Otomotif bahwa informasi awal yang diterima perusahaan mengindikasikan adanya benturan keras terhadap pembatas jalan atau trotoar.
Luther menambahkan bahwa garansi kendaraan BYD menangani kegagalan yang disebabkan oleh masalah kualitas komponen. Namun dalam kasus ini, pemilik kendaraan dilaporkan berharap agar perbaikan ditangani oleh pihak asuransi. BYD sejauh ini belum merilis hasil pemeriksaan resmi maupun mengonfirmasi komponen mana yang mengalami kegagalan fungsi.
Insiden Jaecoo J5 di Jakarta Pusat
Beberapa hari setelahnya, insiden serupa menimpa satu unit mobil listrik Jaecoo J5 yang mengalami lepas rakitan roda depan kanan di Jakarta Pusat pada Senin (4/11). Usai melakukan inspeksi teknis, pihak Jaecoo Indonesia mengonfirmasi bahwa kendaraan tersebut sempat menabrak trotoar serta pembatas jalan sebelum rodanya terlepas. Kerusakan tercatat pada bemper depan kanan, spatbor, dan pintu penumpang, tetapi tidak ditemukan indikasi cacat produk sebagai penyebab kejadian.
Kedua kasus di Jakarta melibatkan pabrikan yang berbeda dan tidak menunjukkan keterkaitan teknis secara langsung. Meski demikian, peristiwa ini kembali memicu ingatan publik pada program penarikan kembali (recall) 8.878 unit Chery Omoda 5 di Malaysia pada 2024 terkait masalah pengelasan poros belakang. Berbeda dengan kasus di Malaysia yang disebabkan oleh isu proses manufaktur, dua insiden di Jakarta terjadi akibat benturan dengan infrastruktur jalan.
Rangkaian kejadian ini berlangsung di tengah ekspansi manufaktur BYD di tanah air. Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, diresmikan pada 3 September 2026 dengan nilai investasi dilaporkan mencapai Rp11,7 triliun (sekitar 700 juta dolar AS) serta kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Sumber: CarNewsChina.com






