Toyota Motor Corporation mengumumkan perombakan struktur manajemen global yang akan membentuk wilayah khusus India dan Timur Tengah di bawah kepemimpinan Masakazu Yoshimura mulai 1 Januari 2027. Penyesuaian ini memisahkan kawasan Asia Timur dan Oseania dari tanggung jawab Yoshimura guna meningkatkan fokus regional dan mempercepat proses pengambilan keputusan di tingkat lokal.
Perubahan Kepemimpinan dan Fokus Teknologi Global
Saat ini, Yoshimura yang menjabat sebagai Managing Director dan Chief Executive Officer Toyota Kirloskar Motor (TKM) memimpin wilayah gabungan India, Timur Tengah, Asia Timur, dan Oseania. Dalam struktur baru mendatang, kawasan Asia Timur dan Oseania bakal berdiri sendiri sebagai wilayah terpisah yang dipimpin oleh Takanori Azuma, Chief Officer Accounting Group Toyota saat ini.
Pihak Toyota menjelaskan bahwa pemisahan tersebut bertujuan mendekatkan manajemen dengan operasional lapangan, menyesuaikan perbedaan kondisi pasar, tahap pertumbuhan, serta tantangan bisnis di setiap wilayah. Restrukturisasi ini juga mencakup penunjukan pimpinan baru di beberapa kawasan lain, yakni Mark Templin untuk Amerika Utara, Sukenaga Ota untuk Tiongkok, dan Masando Hashimoto sebagai CEO kawasan Asia. Sementara itu, Motonobu Kawamura diangkat menjadi President of Business Planning & Operation guna mengoordinasikan inisiatif antarpasar.
Selain penataan wilayah, Toyota memperbarui struktur pengembangan sumber daya manusia dan teknologi. Chairman Akio Toyoda akan memimpin Toyota Philosophy and Education Group yang baru dibentuk. Chief Production Officer Takefumi Shiga akan mendapat tugas tambahan mengawasi Toyota Robotics. Di sisi lain, Carbon Neutral Engineering Development Center bakal diintegrasikan ke dalam Powertrain Company untuk memperkuat perencanaan dan pengembangan sistem penggerak hibrida.
Ekspansi Manufaktur dan Persaingan Pasar di India
Bagi pasar India, reorganisasi ini berlangsung di tengah persiapan Toyota memperluas kapasitas manufaktur dan meluncurkan jajaran produk baru. Yoshimura, yang memimpin TKM sejak Januari 2019 dan menjadi managing director terlama di perusahaan tersebut, terus mengawal ekspansi portofolio produk, kerja sama aliansi dengan Suzuki, serta peningkatan kapasitas produksi.
Pabrik ketiga Toyota di Bidadi, Karnataka, diperkirakan segera beroperasi dalam waktu dekat. Di saat yang sama, fasilitas produksi baru di Chhatrapati Sambhajinagar, Maharashtra, juga sedang dalam tahap pembangunan. Dalam pengumuman resminya pada Rabu (5/11), Toyota menyatakan bahwa wilayah India dan Timur Tengah akan memperkuat fondasi bisnis untuk pertumbuhan masa depan melalui pembukaan pabrik baru dan penyelarasan fungsi bisnis kawasan.
Dari segi produk, Toyota baru-baru ini meluncurkan pembaruan untuk hatchback Glanza serta menyiapkan Innova Hycross versi flex-fuel sebagai bagian dari strategi pilihan ragam sistem penggerak. Di sisi lain, langkah penyesuaian sistem penjualan di India sempat diwarnai peningkatan stok dealer dan diskon pada beberapa model. Seperti dilaporkan Business Standard pada Oktober lalu, penurunan sementara volume penjualan Toyota di India disebabkan oleh penerapan sistem penjualan baru, meski TKM menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat efisiensi jaringan dealer tanpa ada keluhan resmi.
Peta persaingan pasar kendaraan penumpang di India juga semakin ketat. Kia tercatat mengungguli volume penjualan grosir harian Toyota selama tiga bulan berturut-turut hingga Oktober. Pada bulan Oktober, Kia mendistribusikan 33.462 unit kendaraan, sedangkan Toyota mencatatkan penjualan sebanyak 29.521 unit.
Seperti dilaporkan Autocar Professional sebelumnya, Toyota tengah menyiapkan serangkaian peluncuran model baru hingga tahun 2028. Fase pertumbuhan berikutnya tersebut akan semakin mengandalkan platform mandiri Toyota di samping produk hasil aliansi dengan Suzuki, yang bakal menguji koordinasi antara produksi, distribusi, dan permintaan konsumen di pasar India.







