Pembalap muda Indonesia yang membela Honda Team Asia, Veda Pratama, harus menerima sanksi penalti mundur enam posisi grid untuk balapan Moto3 Qatar 2026. Berdasarkan laporan Iwanbanaran.com, sanksi tersebut diberikan karena Veda terbukti melanggar aturan dengan mengebut saat bendera kuning berkibar di lintasan.
Kronologi Pelanggaran Bendera Kuning
Berdasarkan dokumen resmi Notification of Sanction dari FIM MotoGP Stewards Panel tertanggal 6 November 2026, insiden tersebut terjadi pada sesi latihan bebas pertama atau FP1 tepat pukul 13.31.34 waktu setempat. Saat itu, bendera kuning dikibarkan di sektor marshal nomor 11 yang menandakan adanya potensi bahaya di lintasan sehingga seluruh pembalap diwajibkan mengurangi laju kendaraan.
Namun, data telemetri menunjukkan Veda justru mencatatkan waktu sektor terbaik pribadi atau personal best sector time di area tersebut. Situasi itu membuat panel steward langsung mengambil tindakan atas pelanggaran yang dikategorikan sebagai Type MGP-YF4 atau catatan waktu terbaik di bawah bendera kuning.
Aturan dan Riwayat Pelanggaran
Regulasi FIM Grand Prix World Championship dalam Pasal 1.21.1 dan 1.21.2 secara tegas mengatur bahwa setiap pembalap wajib berkendara dengan penuh tanggung jawab serta menunjukkan pengurangan kecepatan di area bendera kuning tanpa kompromi.
Sanksi semakin memberatkan karena insiden ini merupakan pelanggaran kedua bagi Veda pada musim ini setelah kasus serupa terjadi sebelumnya di sesi Practice Motegi 2026. Berdasarkan Pasal 3.2.1 dan 3.3.2.3, panel steward yang terdiri dari Simon Crafar, Andres Somolinos, dan Tamara Matko menjatuhkan hukuman turun enam posisi grid untuk balapan di Qatar.
Pihak tim sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding melalui Appeal Stewards selambat-lambatnya 60 menit sejak pemberitahuan dengan menyerahkan deposit sebesar 1.320 euro melalui IRTA. Meski demikian, peluang tersebut dinilai tipis mengingat sifat pelanggaran yang berulang.
Hukuman ini menjadi ujian berat bagi Veda dalam debutnya di ajang Moto3 musim ini, di mana disiplin terhadap protokol keselamatan menjadi taruhan utama. Sesi kualifikasi mendatang akan menjadi momen krusial bagi Veda untuk memaksimalkan posisi start sebelum menghadapi balapan utama dengan tantangan penalti tersebut.
Sumber: Iwanbanaran








