Auto News

Volkswagen dan Stellantis Kembangkan Mobil Otonom di China

Volkswagen dan Stellantis Kembangkan Mobil Otonom di China
Daftar Isi
  1. Langkah Volkswagen Menuju Level 3 di China
  2. Inisiatif Kendaraan Otonom Stellantis di Prancis
  3. Program Pilot Mobilitas Otonom di Greater Paris

Pabrikan mobil asal Jerman, Volkswagen, mengamankan izin uji jalan pengemudian otonom Level 3 di Hefei, China, yang memungkinkan pengujian di jalan raya nyata serta pengumpulan data skala besar. Sementara itu, raksasa otomotif Belanda, Stellantis, mengumumkan dua upaya terpisah untuk memajukan teknologi kemudi otonom di Prancis.

Langkah Volkswagen Menuju Level 3 di China

Volkswagen Group China mengumumkan bahwa mereka memperoleh izin uji jalan pengemudian otonom Level 3 di Hefei di bawah kerangka regulasi L3 yang paling ketat dengan persyaratan keselamatan terbaru. Perolehan izin ini disebut sebagai langkah lanjutan dalam upaya perusahaan mencapai kesiapan Level 3 yang ditargetkan terealisasi pada 2027.

Pencapaian tersebut menyusul pengembangan sistem bantuan pengemudi L2++ skenario penuh perdana buatan internal Volkswagen Group China, Hyper Sense 8, melalui usaha patungan bersama perusahaan pengemudi pintar asal China, Horizon Robotics. Volkswagen Group China juga memanfaatkan model kecerdasan buatan internal mereka, GAIA 2.0, yang menjalankan simulasi keselamatan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut setiap hari setara dengan lima juta kilometer berkendara berdasarkan hingga 30 juta klip skenario berkendara.

Perusahaan berharap dapat meningkatkan data pelatihan tersebut hingga 10 juta kilometer per hari untuk Level 3 agar situasi yang langka dan tidak terduga dapat dipelajari sebelum ditemui pelanggan di jalan raya. Volkswagen juga mengonfirmasi bahwa mereka terus mengembangkan sistem pada cip siap-L4 buatan sendiri, yaitu C7H.

Menurut CEO Volkswagen Group China, Ralf Brandstätter, keselamatan dan keandalan menjadi prioritas utama dalam pengemudian otonom, dan kemajuan teknologi tidak boleh mengorbankan keselamatan. Visi mereka adalah memadukan inovasi dengan standar keselamatan serta kualitas tertinggi guna membangun kepercayaan terhadap teknologi baru, sementara izin ini memungkinkan pengujian dalam lalu lintas nyata di Hefei sekaligus pengumpulan data dalam skala besar sebagai langkah berikutnya menuju kesiapan Level 3.

Inisiatif Kendaraan Otonom Stellantis di Prancis

Di Eropa, Stellantis—yang terbentuk pada Januari 2021 melalui penggabungan antara Fiat Chrysler Automobiles dan PSA Group—mengumumkan dua kemitraan besar yang dirancang untuk mendorong penerapan kendaraan otonom di Prancis. Stellantis menggandeng pengembang asal London Wayve, raksasa komputasi Nvidia, dan pemerintah Prancis guna mempercepat penerapan kendaraan otonom di Prancis serta mempercepat pengembangan teknologi tersebut di seluruh wilayah Uni Eropa.

Kolaborasi yang diumumkan dalam konferensi kendaraan otonom di Paris tersebut memadukan platform siap-L4 milik Stellantis serta keahlian rekayasa dan manufaktur kendaraan dengan sistem Wayve AI Driver yang mengintegrasikan Nvidia Halos OS pada arsitektur komputasi dan sensor Nvidia Hyperion. Kerja sama ini diharapkan mampu memposisikan Prancis sebagai basis ekosistem kendaraan otonom masif yang mencakup seluruh rantai nilai dari silikon hingga kendaraan.

Menurut SVP Teknologi Penelitian di Stellantis, Anne Laliron, kolaborasi tersebut akan membantu mempercepat penyediaan teknologi pengemudian otonom yang menjadikan mobilitas lebih aman dan nyaman bagi pelanggan, dengan Prancis sebagai salah satu pusat utama teknik serta pengembangan teknologi Stellantis yang menjadikannya tempat alami untuk memajukan masa depan mobilitas bertenaga kecerdasan buatan.

Program Pilot Mobilitas Otonom di Greater Paris

Stellantis juga mengumumkan kemitraan dengan pengembang perangkat lunak asal Estonia, Bolt, serta Métropole du Grand Paris untuk menghadirkan layanan mobilitas otonom melalui eksperimen di kawasan Greater Paris lewat program pilot yang diajukan ke inisiatif ADACities Komisi Eropa. Program yang diusulkan tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 2028 dengan menyatukan Métropole du Grand Paris yang mewakili Paris beserta 129 kota di sekitarnya, platform siap-L4 dan keahlian rekayasa kendaraan Stellantis, serta keahlian Bolt dalam mobilitas dan penerapan di Eropa.

Ketiga mitra tersebut bertujuan mengeksplorasi cara teknologi mobilitas otonom diintegrasikan ke dalam perkotaan Eropa, serta menilai bagaimana kendaraan otonom dapat melengkapi layanan transportasi publik dan pribadi yang sudah ada sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas yang belum terpenuhi. Proyek ini telah diajukan kepada inisiatif Autonomous Drive Ambition Cities dari Komisi Eropa yang bertujuan mendukung penerapan mobilitas otonom secara lebih luas di kota-kota Eropa.

Menurut Chief Engineering & Technology Officer di Stellantis, Ned Curic, mobilitas otonom bagi pelanggan harus berarti lebih banyak pilihan dan akses yang lebih mudah terhadap transportasi yang aman serta andal. Melalui penggabungan rekayasa kendaraan Stellantis dan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan mobilitas Eropa bersama keahlian mitra serta otoritas publik lokal, mereka menargetkan pengembangan mobilitas tanpa pengemudi yang melengkapi transportasi umum guna membuat perjalanan sehari-hari menjadi lebih sederhana dan mudah diakses.

Sumber: The Driven

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *