Menteri Transportasi Jalan dan Jalan Tol India, Nitin Gadkari, meminta pemerintah negara bagian Maharashtra untuk menurunkan tarif listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik. Gadkari menyampaikan, penurunan tarif menjadi Rp5 per unit pada pukul 08.00 hingga 18.00 waktu setempat dapat mendorong pertumbuhan sektor kendaraan listrik di wilayah tersebut.
Permintaan Penurunan Tarif dan Pemanfaatan Energi Surya
Berbicara dalam peresmian enam pabrik manufaktur EKA Mobility yang turut dihadiri oleh Chief Minister Devendra Fadnavis, Gadkari menyatakan bahwa dirinya juga telah meminta Kementerian Ketenagalistrikan Union untuk menurunkan tarif di stasiun pengisian daya jalan nasional yang saat ini masih berada di angka Rp22 per unit.
Menanggapi permintaan tersebut, Fadnavis menyatakan kesanggupannya dan menyebutkan bahwa pemerintah negara bagian akan menyiapkan mekanisme untuk menurunkan biaya per unit di stasiun pengisian daya. Ia menambahkan bahwa Maharashtra memiliki surplus energi surya yang memadai untuk mendukung ekosistem pengisian daya kendaraan listrik, dengan proyeksi energi terbarukan mencapai 52 persen dari bauran energi negara bagian pada 2030 dan meningkat menjadi 65 persen pada 2035.
Selain itu, Fadnavis meminta EKA Mobility untuk memproduksi dan mengerahkan sebanyak 50.000 bus listrik dalam jangka waktu tiga tahun ke depan. Ia juga mendorong perusahaan tersebut agar mengampanyekan gerakan pembuatan produk di Maharashtra.
Pengurangan Impor Komponen dan Kapasitas Pabrik Baru
Dalam kesempatan yang sama, Gadkari meminta industri otomotif, khususnya EKA Mobility, untuk menekan ketergantungan terhadap komponen listrik dari Tiongkok. Menurutnya, angka impor komponen tersebut saat ini masih berada di kisaran 30 hingga 40 persen.
EKA Mobility meresmikan enam pabrik baru dalam acara tersebut, di mana fasilitas terbesar berlokasi di Pithampur. Berdasarkan paparan perusahaan, total kapasitas dari keenam pabrik ini mencapai 40.000 kendaraan per tahun dengan nilai investasi sebesar Rp3.500 crore, sementara pada paruh pertama tahun fiskal 27, perusahaan telah menjual 500 bus listrik dan 1.268 kendaraan niaga kecil listrik.
Presentasi perusahaan juga merinci fasilitas Pabrik Bus dan Truk di Koregaon Bhima, Pune, yang berdiri di atas lahan seluas 580.000 kaki persegi dan mampu memproduksi 4.800 bus serta 4.000 truk setiap tahunnya dengan menyerap 2.000 tenaga kerja langsung. Fasilitas ini dilengkapi dengan teknologi pemotongan laser CNC, pengelasan robotik, perakitan berbasis pengangkat tanpa lubang lantai, serta fasilitas pengecatan robotik konveyor otomatis untuk memproduksi truk EKA 55T serta berbagai jenis bus.
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi seperti Union Minister of Heavy Industries and Steel H D Kumaraswamy, Deputy Chief Minister Maharashtra Sunetra Pawar, serta Sekretaris Jenderal Nasional BJP B L Santhosh. Hadir pula sebagai tamu kehormatan Union Minister of State for Civil Aviation and Cooperation Murlidhar Mohol, Menteri Pendidikan Tinggi dan Teknik Maharashtra Chandrakant Dada Patil, serta Chairman Force Motors Abhay Firodia.






