Auto Sport

Pembalap GP Keluhkan Kondisi Aspal Sirkuit Sepang

Pembalap GP Keluhkan Kondisi Aspal Sirkuit Sepang

Sejumlah pembalap Grand Prix melayangkan kritik tajam terhadap kualitas permukaan aspal Sirkuit Sepang, Malaysia. Penurunan tingkat cengkeraman lintasan dinilai memicu penurunan catatan waktu putaran para pembalap pada sesi latihan Jumat Moto3 Sepang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kondisi aspal yang dinilai semakin memburuk dan membahayakan keselamatan membuat para pembalap mengalihkan fokus mereka dari pengaturan sepeda motor ke masalah permukaan trek. Seperti dilaporkan TMCBlog.com, permukaan lintasan kini mulai terkelupas sehingga memercikkan batu-batu kecil atau serpihan kerikil saat sepeda motor dipacu dalam kecepatan tinggi.

Keluhan Pembalap Soal Kerikil Terbang

Pembalap tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, menyebut kondisi lintasan saat ini menyerupai trek motocross. Ia bercerita bahwa tubuhnya sempat terkena lontaran batu saat menjalani latihan awal di belakang pembalap lain, hingga berseloroh bahwa pembalap kini membutuhkan pelindung dada tambahan.

Pandangan serupa disampaikan pembalap Honda HRC, Luca Marini. Menurut Marini, hampir seluruh tikungan di Sirkuit Sepang berada dalam kondisi buruk, kecuali tikungan 7 dan 8. Ia menyoroti potensi bahaya yang mengintai para pembalap saat momen awal balapan.

“Di tikungan pertama saat start, bakal ada banyak batu beterbangan untuk pembalap di belakang. Makanya lebih baik start di depan!” kata Marini.

Penundaan Pengaspalan Ulang Sirkuit

Rencana pelapisan ulang aspal Sirkuit Sepang yang sejatinya dijadwalkan berlangsung pada tahun ini terpaksa ditunda akibat hambatan logistik eksternal, khususnya kendala dalam pengiriman material. Pembalap Alex Marquez dan Marc Marquez mengakui bahwa permukaan aspal sirkuit memang sudah membutuhkan perbaikan, meski kondisinya dianggap tidak banyak berubah dibandingkan tes pramusim pada Februari lalu.

Sementara itu, pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia, memilih bersikap maklum terhadap kendala teknis penundaan proyek tersebut.

“Memang harusnya diaspal ulang, tapi ada masalah pengiriman material, jadi kita maklumi saja dan jalani apa adanya,” ujar Bagnaia.

Situasi ini menjadi tantangan tambahan bagi tim dan pembalap untuk menjaga ketahanan ban serta mencegah kerusakan komponen sepeda motor akibat hantaman kerikil selama akhir pekan balapan.

Sumber: TMCBlog.com

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *