Auto Sport

Jorge Martin Nekat Balapan di Sepang meski Cedera

Jorge Martin Nekat Balapan di Sepang meski Cedera

Pembalap Aprilia, Jorge Martin, memastikan bakal tetap tampil dalam gelaran MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini, meskipun tengah mengalami cedera patah pergelangan tangan kanan. Keputusan berani ini diambil demi menjaga peluangnya dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

Kondisi Fisik dan Evaluasi Medis di Sepang

Cedera patah tulang radius tersebut dialami Martin akibat terjatuh saat bersaing ketat memperebutkan posisi terdepan dengan rivalnya, Marc Marquez, di Phillip Island, Australia, kurang dari sepekan lalu. Meski sempat dinyatakan tidak fit di Australia dan balapan tersebut kemudian dibatalkan, pembalap berusia 28 tahun itu kini telah mendapatkan izin medis untuk mengikuti sesi latihan bebas pertama (FP1) di Sepang. Kondisi kelaikannya akan kembali dievaluasi usai sesi tersebut.

Martin mengungkapkan bahwa cedera patah tulang normalnya membutuhkan waktu pemulihan empat hingga lima minggu. Namun, situasi persaingan poin yang ketat membuatnya enggan beristirahat. Kepada Iwanbanaran, Martin menyampaikan bahwa dirinya tetap merasa bersyukur masih bisa berupaya turun ke lintasan hanya dalam waktu lima hari setelah insiden kecelakaan.

“Saya akan balapan dengan pergelangan tangan patah,” kata Martin.

Ia menegaskan bahwa pertarungan gelar juara menjadi alasan utamanya menunda masa pemulihan. “Tentu saja, jika saya tidak berada dalam pertarungan kejuaraan, saya akan memasang gips di lengan dan menunggu empat atau lima minggu. Itu terapi normalnya,” kata pembalap berusia 28 tahun itu.

Martin juga sudah menjalani pelbagai upaya perawatan selama di Kuala Lumpur untuk mempercepat pemulihan, meski menyadari proses penyembuhan tulang membutuhkan waktu.

Peluang Juara dan Tantangan Rekor Sepang

Saat ini Martin menempati peringkat kedua klasemen sementara dan hanya tertinggal 10 poin dari pembalap Ducati, Marc Marquez, dengan empat seri tersisa. Martin memperkirakan bakal membalap dalam kondisi menahan rasa sakit di Sepang maupun pada seri berikutnya di Qatar. Ia baru berharap bisa membalap secara normal saat memasuki seri Portimao dan penutupan musim di Valencia.

Di luar masalah kebugaran, Martin dan tim Aprilia dihadapkan pada rekor historis yang kurang memihak di Sirkuit Sepang. Lintasan ini tergolong sulit bagi pabrikan Aprilia, sementara Ducati sangat mendominasi dengan catatan sembilan kemenangan Grand Prix, termasuk empat balapan terakhir berturut-turut serta seluruh tiga sesi Sprint. Hasil balapan terbaik Aprilia di Sepang sejauh ini hanyalah finis di posisi ketujuh, yang diraih Alvaro Bautista pada 2016 dan Maverick Vinales pada 2024.

Pada musim lalu, posisi tertinggi pengguna Aprilia RS-GP dicatatkan oleh Ai Ogura yang finis di urutan kesepuluh. Meski demikian, rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, sempat mencatatkan waktu putaran tercepat kedua di belakang Alex Marquez pada hari terakhir tes pramusim tahun ini. Martin sendiri terpaksa absen pada balapan Sepang tahun lalu serta tes pramusim akibat cedera.

Persaingan di Sepang diprediksi berjalan sengit lantaran Marc Marquez mencatatkan dua kali kemenangan di sirkuit ini, meski kemenangan ter akhirnya terjadi pada 2018 saat masih membela Honda. Pada musim lalu, Pecco Bagnaia meraih kemenangan di sesi Sprint dan Alex Marquez menjuarai balapan utama Grand Prix. Selain persaingan ketat di lintasan, ancaman cuaca berupa badai petir pada sore hari juga diperkirakan membayangi seluruh rangkaian balapan MotoGP Malaysia akhir pekan ini.

Sumber: Iwanbanaran

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *