Auto News

Maruti Suzuki Dzire Tembus Produksi 3,5 Juta Unit

Maruti Suzuki Dzire Tembus Produksi 3,5 Juta Unit

Maruti Suzuki India mencatatkan pencapaian penting setelah produksi kumulatif sedan Dzire berhasil menembus angka 3,5 juta atau 35 lakh unit. Kendaraan penumpang tersebut dirakit di fasilitas pabrik Manesar sejak pertama kali meluncur di pasaran pada tahun 2008.

Perjalanan Produksi Selama 18 Tahun

Model Dzire kini menjadi lini kendaraan keempat dari Maruti Suzuki yang sanggup melampaui angka produksi 3,5 juta unit menyusul kesuksesan Alto, Swift, dan WagonR. Sedan ini memerlukan waktu sekitar 18 tahun dan sembilan bulan untuk mencapai pencapaian tersebut, dengan tonggak satu juta unit diraih pada April 2015, dua juta unit pada Juni 2019, serta tiga juta unit pada Desember 2024.

Laju produksi kendaraan ini mengalami percepatan dari tahun ke tahun. Pembuatan satu juta unit pertama memakan waktu hingga tujuh tahun dan tiga bulan, sementara satu juta unit terakhir berhasil diselesaikan dalam kurun waktu empat tahun dan empat bulan saja.

Dominasi Pasar dan Varian Terbaru

Dzire terus mempertahankan posisinya di segmen sedan sekaligus memperpanjang rekor Maruti Suzuki sebagai pemimpin pangsa pasar sedan selama 19 tahun berturut-turut. Mobil ini tercatat sebagai kendaraan penumpang dengan angka penjualan tertinggi bagi perusahaan serta masuk dalam jajaran lima model ekspor terbesar pada tahun fiskal 2026.

Generasi keempat dari model Dzire resmi meluncur pada November 2024 dengan membawa pembaruan pada sektor tampilan, interior dua warna, serta penambahan berbagai fitur. Pabrikan juga menghadirkan varian otomatis S-CNG yang diklaim mampu menawarkan efisiensi bahan bakar mencapai 36,47 km/kg.

Selain itu, kendaraan ini juga mencatatkan sejarah sebagai sedan pertama yang berhasil mengantongi peringkat keselamatan lima bintang dari lembaga Bharat NCAP.

Direktur Utama sekaligus CEO Maruti Suzuki India, Hisashi Takeuchi, menyatakan bahwa kehadiran empat generasi model tersebut telah membantu kendaraan ini tetap relevan dengan perubahan preferensi konsumen selama hampir dua dekade. Ia mengaitkan kinerja positif tersebut dengan penerimaan konsumen serta kontribusi dari para karyawan, pemasok, dan mitra diler perusahaan.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *