Daftar Isi
Sebuah video yang diunggah ke platform TikTok oleh akun @mainly_mechanics membongkar praktik penawaran harga perbaikan kendaraan yang dinilai tidak masuk akal. Dalam unggahan tersebut, sebuah bengkel ternama di Burlington, Vermont, Amerika Serikat, mematok biaya hampir USD1.264 atau sekitar Rp20 juta (dengan asumsi kurs tertentu) untuk komponen knalpot yang bahkan tidak harus diganti oleh pelanggan.
Rincian Tagihan yang Membengkak
Berdasarkan video yang dibagikan, rincian biaya yang diajukan oleh bengkel pertama mencakup USD1.082 untuk unit perakitan knalpot pengganti, USD17 untuk paking, serta USD4,24 untuk mur dan baut. Sisa dari total tagihan sebesar USD1.264,40 tersebut dialokasikan untuk waktu pengerjaan sekitar 48 menit. Tagihan itu juga menyertakan catatan bahwa knalpot kendaraan sudah berkarat dan bocor, serta disebut akan menggagalkan Inspeksi Negara Bagian Vermont yang membuat mobil menjadi ilegal untuk dikendarai.
Namun, aturan di Vermont memperbolehkan perbaikan asalkan kualitasnya setara atau lebih baik dari suku cadang pabrikan (OEM). Menurut Autoblog News, pihak @mainly_mechanics memperkirakan harga suku cadang baru jika dibeli oleh bisnis mereka hanya sekitar USD157. Jika pelanggan membelinya sendiri, harganya naik sekitar sepuluh dolar, dan jika melalui peritel bisa mencapai hampir USD300. Apabila ditotal secara keseluruhan termasuk komponen kecil dan biaya tenaga kerja, estimasi biayanya hanya sekitar USD348,23 atau sepertiga dari harga yang diajukan bengkel sebelumnya.
Kondisi Knalpot yang Sebenarnya
Masalah utamanya bukan sekadar kemahalan harga komponen, melainkan fakta bahwa mobil tersebut sama sekali tidak memerlukan penggantian knalpot baru. Dalam video lanjutan, ditunjukkan bahwa hanya bagian paking knalpot dan baut saja yang perlu diganti karena titik kebocoran berasal dari area tersebut. Bagian bodi knalpot memang memiliki karat permukaan, tetapi tidak sampai berlubang.
Jika pemilik mobil hanya memperbaiki paking dan baut tanpa mengganti keseluruhan unit knalpot, biaya yang dikeluarkan diperkirakan jauh lebih murah. Biaya komponen dan jasa tenaga kerja untuk perbaikan yang lebih sederhana tersebut ditaksir hanya sekitar USD150 saja.
Kemungkinan Kesalahpahaman dan Perbedaan Suku Cadang
Sebagai pembelaan untuk bengkel tersebut, muncul kemungkinan bahwa pelanggan hanya diberikan diagnosis awal tanpa pemeriksaan kolong mobil secara menyeluruh guna memberi gambaran biaya termahal. Kendati demikian, merek dan model mobil yang dikerjakan tidak disebutkan secara rinci, sehingga sulit memastikan standar harga suku cadangnya.
Perbedaan harga yang drastis juga bisa dipengaruhi oleh asal suku cadang, apakah merupakan komponen asli dari pabrikan atau suku cadang aftermarket pihak ketiga. Federal Trade Commission mencatat bahwa suku cadang aftermarket dirancang memiliki performa serupa dengan OEM, namun dengan perbedaan harga dan kualitas.
Hingga informasi ini diturunkan, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bagi para pemilik kendaraan untuk selalu waspada, mencari pembanding harga, dan memastikan bengkel melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum menyetujui sebuah estimasi biaya perbaikan.
Sumber: Autoblog News






