Penjualan kendaraan listrik di Amerika Serikat merosot hingga 30 persen sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini. Melemahnya permintaan, penghapusan insentif pajak federal pada 2025, serta meningkatnya minat konsumen terhadap mobil hibrida yang lebih terjangkau menjadi faktor pendorong penurunan tersebut. Kendati demikian, sejumlah model crossover listrik masih mempertahankan posisi kuat di pasar.
Dominasi Tesla dan Lonjakan Toyota bZ
Berdasarkan data penjualan Cox Automotive, Tesla Model Y tetap kokoh sebagai mobil listrik terlaris di pasar Amerika Serikat dengan angka yang cenderung mendatar atau hanya turun 1 persen. Model 3 menempati urutan kedua dengan catatan penjualan sebanyak 106.962 unit sepanjang tahun berjalan, diikuti oleh Hyundai Ioniq 5 di peringkat ketiga.
Meskipun menerima potongan harga yang signifikan, kinerja penjualan Hyundai Ioniq 5 terpangkas hingga 52,8 persen pada kuartal ketiga. Situasi ini dimanfaatkan oleh Toyota bZ yang melesat ke posisi keempat. Serangkaian pembaruan pada model tahun 2026, seperti peningkatan daya jelajah, tampilan yang lebih ramping, serta tambahan tenaga, mendorong bZ mendekati posisi Ioniq 5 sebagai mobil listrik non-Tesla paling laris.
Pergeseran Peta Persaingan Mobil Listrik
Pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat menunjukkan pergerakan yang jauh lebih fluktuatif dibandingkan kendaraan bermesin bensin maupun hibrida. Tesla terus memimpin puncak klasemen kendati tidak lagi menjual Model S dan Model X. Sementara itu, persaingan di bawahnya mengalami perombakan besar; Rivian yang tahun lalu berada di posisi kesepuluh kini melompat ke peringkat kedua berkat peluncuran model terbarunya, R2.
Penurunan drastis justru menimpa model-model terjangkau yang sempat mencatat hasil impresif pada 2025. Penjualan Volkswagen ID.4 anjlok hingga 85,6 persen, Chevrolet Equinox EV turun 65,6 persen, Ford Mustang Mach-E merosot 59 persen, dan Nissan Leaf terkoreksi 50,1 persen. Kondisi tersebut memaksa sejumlah produsen otomotif membatalkan proyek tertentu atau mempercepat peluncuran model pembaruan, sebagaimana langkah Volkswagen terhadap ID.4 dan ID. Tiguan.
Mengutip data Automotive News, porsi kendaraan listrik hanya menyumbang 10 persen dari total pasar mobil baru di Amerika Serikat pada 2025, tertinggal jauh dari China yang telah menembus 53 persen. Seperti dilaporkan Autoblog News, Toyota dan Subaru menjadi segelintir pabrikan kawakan yang mampu membukukan pertumbuhan kendaraan listrik yang berarti pada 2026, sementara pabrikan pesaing lainnya masih menghadapi tantangan berat untuk mengejar ketertinggalan.
Sumber: Autoblog News







