Daftar Isi
Komisi Kendaraan Bermotor Tennessee menolak permohonan lisensi dealer langsung ke pelanggan yang diajukan oleh Scout Motors. Keputusan tersebut diambil karena struktur kepemilikan perusahaan dinilai melanggar undang-undang negara bagian yang melarang persaingan dengan dealer waralaba dari produsen otomotif asli (OEM).
Keberatan Dealer Volkswagen di Tennessee
Berdasarkan keterangan komisi yang dilaporkan Repairer Driven News, sejumlah dealer Volkswagen di Tennessee menolak rencana Scout menjual produk kendaraan di wilayah tersebut. Para dealer berpendapat bahwa Volkswagen memiliki kepemilikan atas perusahaan itu, sementara Volkswagen sendiri sudah memasarkan kendaraan mereka di negara bagian yang sama.
Dalam persidangan, pihak komisi sempat meminta keterangan dari perwakilan Scout terkait status kepemilikan perusahaan. Perwakilan Scout menyampaikan bahwa Volkswagen AG bertindak sebagai investor, namun Scout berdiri sebagai produsen mandiri. Associate General Counsel bidang Litigasi Scout, Sara Ash, menyatakan bahwa pembuat kendaraan tersebut didanai sepenuhnya oleh Volkswagen AG.
Direktur Urusan Pemerintahan Negara Bagian Scout, Sym Singh, menjelaskan bahwa Volkswagen AG merupakan perusahaan publik asal Jerman, sedangkan Volkswagen Group of America beroperasi sebagai produsen dan distributor resmi kendaraan Volkswagen di Amerika Serikat. Singh menegaskan bahwa pihak Scout tidak memiliki keterikatan dengan entitas kedua tersebut.
Menurut Singh, hubungan kepemilikan mereka terjalin dengan pihak perusahaan publik di Jerman yang telah menanamkan modal. Ia menambahkan bahwa perusahaannya merancang, merekayasa, dan memproduksi kendaraan secara terpisah dari entitas Volkswagen lainnya. Hak atas kekayaan intelektual, teknologi, serta kepemilikan model kendaraan sepenuhnya berada di tangan Scout, tanpa ada hak bagi Audi of America maupun Volkswagen of America terhadap kendaraan-kendaraan tersebut.
Argumen Hukum dan Rencana Produksi
Singh berargumen bahwa undang-undang Tennessee melarang produsen bersaing dengan dealer yang sudah ada dari lini merek yang sama di area pasar terkait. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada satupun dealer Scout di Tennessee saat ini.
Scout merupakan merek otomotif yang berbeda dan tidak dijual melalui jaringan dealer Volkswagen maupun Audi, kata Singh, seraya menambahkan bahwa afiliasi korporasi tidak serta-merta mengubah dealer-dealer tersebut menjadi dealer Scout.
Saat ini, Scout sedang membangun pusat produksi senilai dua miliar dolar Amerika Serikat di Carolina Selatan yang hampir rampung. Singh menyampaikan kepada komisi bahwa fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2027, dengan pengiriman kendaraan kepada konsumen direncanakan pada tahun 2028.
Sebelum pemungutan suara oleh komisi, Singh mengungkapkan bahwa permohonan lisensi dealer di Tennessee telah diajukan sejak bulan Maret. Langkah tersebut diambil jauh hari sebelum kendaraan mereka resmi meluncur di jalan raya agar perusahaan dapat menjalin hubungan dengan calon konsumen di Tennessee.
Pihaknya mulai mengurus pembangunan dan perizinan di berbagai negara bagian agar konsumen memiliki tempat rujukan yang jelas untuk perawatan kendaraan pasca pembelian. Melalui lisensi tersebut, calon konsumen juga bisa memperoleh informasi terkait kendaraan dan harganya langsung dari pihak Scout.
Di wilayah yang belum memberikan izin penjualan, pihaknya terkadang tidak diperkenankan untuk membahas hal tersebut dengan konsumen yang menuntut keterbukaan lebih dari produsen, ujar Singh.
Tanggapan Pihak Dealer dan Perbandingan Kasus Lain
Nick Bader, seorang pengacara yang mewakili para dealer Volkswagen di Tennessee, menyampaikan keberatannya kepada komisi. Ia menyatakan bahwa pengajuan lisensi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar mengenai kebolehan produsen mobil yang telah menjual produk lewat dealer Tennessee untuk membuka jaringan penjualan sendiri melalui anak perusahaan.
Menurut Bader, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah penolakan karena Scout merupakan bagian dari Volkswagen dan bukan pemain baru di industri otomotif.
Menanggapi hal tersebut, Singh memaparkan bahwa komisi sebelumnya pernah menyetujui permohonan lisensi dealer yang melibatkan entitas penjualan berafiliasi manufaktur seperti Tesla dan Rivian. Kedua perusahaan tersebut juga mendapatkan investasi otomotif dari perusahaan yang sebagian besar anggotanya merupakan dealer. Pihaknya hanya meminta penerapan standar perizinan yang adil dan konsisten sesuai hukum yang berlaku di Tennessee.
Sebelum menghadapi penolakan di Tennessee, Scout juga sempat menemui kendala serupa terkait model penjualan langsung di Colorado sebelum akhirnya berhasil mengantongi lisensi dealer di sana.
Sumber: Repairer Driven News








