Daftar Isi
Perusahaan patungan Changan-Ford meluncurkan tampilan awal Lincoln Aviator EX8 di Tiongkok menjelang peluncuran resminya. Crossover berkapasitas lima penumpang ini hadir dengan sistem penggerak plug-in hybrid (PHEV) serta teknologi bantuan pengemudi berbasis LiDAR untuk memenuhi kebutuhan pasar Tiongkok.
Desain dan Dimensi Lincoln Aviator EX8
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok (MIIT) telah mengundurkan tirai kerahasiaan dengan merilis foto dan spesifikasi utama Lincoln Aviator EX8. SUV ini mengusung bahasa desain khas Lincoln melalui gril radiator berukuran besar dan logo berukuran mencolok. Bagian luar dilengkapi lampu depan bergaya kotak, lampu belakang menyatu, gagang pintu konvensional, pilar bernuansa hitam, serta sensor LiDAR yang terpasang di bagian atap.
Menurut data dari MIIT yang dikutip oleh CarNewsChina.com, mobil yang memiliki kode internal CX810 ini mencatatkan dimensi panjang 5.055 mm, lebar 1.995 mm, dan tinggi 1.790 mm, dengan jarak sumbu roda sepanjang 3.010 mm. Ukuran tersebut 25 mm lebih pendek dibandingkan varian original Aviator bermesin V6 yang memiliki tiga baris kursi. Aviator EX8 sendiri dirancang khusus sebagai kendaraan lima kursi.
Crossover besar ini dibekali roda berukuran 21 atau 22 inci dengan spesifikasi ban 255/50 R21 atau 255/45 R22. Tergantung pada variannya, bobot kosong kendaraan ini berkisar antara 2.480 hingga 2.580 kg.
Dapur Pacu dan Teknologi Baterai
Lincoln Aviator EX8 dibekali sistem penggerak PHEV yang memadukan mesin bensin 1,5 liter turbocharged JL469ZQ1 buatan Changan. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 110 kW atau setara 148 hp. Dapur pacu tersebut sebelumnya juga digunakan pada beberapa model Changan, seperti CS75 Plus, Nevo Q07, Uni-V, Nevo A06, dan CS55 Plus. Kendati demikian, informasi detail mengenai daya motor listriknya belum dipublikasikan.
Untuk penyimpan daya, SUV ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) buatan perusahaan patungan Changan-CATL. Penggunaan baterai dari Changan-CATL ini menjadi hal baru bagi Lincoln, yang pada model-model sebelumnya lebih sering mengandalkan baterai dari BYD. Kecepatan maksimum kendaraan ini diklaim mencapai 205 km/jam.
Fitur Otonom dan Jadwal Peluncuran
Kehadiran sensor LiDAR di bagian atap memungkinkan Lincoln Aviator EX8 mendukung sistem bantuan pengemudi Level 2 (L2). Fitur tersebut mencakup fungsi Navigate On Autopilot (NOA) yang dapat mengemudikan kendaraan secara mandiri dari satu alamat ke alamat tujuan di Tiongkok, meski pengemudi tetap diwajibkan untuk mengawasi operasionalnya.
Model PHEV ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih kompetitif dibandingkan Lincoln Aviator standar yang mengusung mesin V6. Lincoln Aviator EX8 dijadwalkan melakukan debut publik pada ajang Guangzhou Auto Show 2026, sebelum resmi dipasarkan secara luas pada tahun 2027.
Sumber: CarNewsChina.com






