Daftar Isi
Pemerintah di berbagai wilayah Australia menghadapi tantangan besar dalam menentukan regulasi terkait penggunaan sepeda listrik dan skuter listrik yang kian populer. Berdasarkan laporan The Driven, lonjakan penggunaan kedua moda transportasi ini memicu perdebatan mengenai batas kecepatan, lokasi berkendara, serta usia pengguna yang sah.
Regulasi dan Respons Publik di Australia
Pihak berwenang di Queensland dan New South Wales sebelumnya telah menyita ratusan perangkat yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk motor dengan daya melebihi batas legal atau yang telah dimodifikasi agar melaju lebih kencang. Peningkatan angka cedera akibat kendaraan ini turut memicu reaksi keras dari masyarakat. Sejumlah kebijakan ketat pun sempat diterapkan, seperti keputusan Kota Melbourne pada tahun 2024 yang melarang skuter listrik sewa namun tetap mengizinkan sepeda listrik sewa.
Tidak seperti mobil yang memiliki standar regulasi internasional mapan berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aturan untuk kendaraan mikro-mobilitas ini belum didukung oleh basis data riset jangka panjang yang sama. Selama dua tahun terakhir, New South Wales, Queensland, dan Western Australia bahkan harus menggelar inquiry publik guna menampung masukan. Namun, proses ini kerap didominasi oleh individu dengan pandangan ekstrem, sehingga memicu risiko kebijakan yang tidak mencerminkan suara masyarakat secara keseluruhan.
Hasil Survei dan Temuan Utama
Guna mengetahui opini publik yang sebenarnya, sebuah survei melibatkan 2.052 responden di Australia untuk menilai sikap mereka terhadap sepeda listrik dan skuter listrik. Responden dibagi menjadi kelompok-kelompok berbeda, termasuk kelompok yang lebih dulu diperlihatkan sepuluh tajuk berita negatif terkait kecelakaan, kebakaran baterai, maupun pelanggaran aturan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Australia tidak memandang kedua perangkat tersebut secara jauh berbeda dalam hal penerimaan publik. Dukungan terhadap larangan total terpantau rendah, dengan rata-rata 5,0 dari 10 untuk sepeda listrik dan 4,8 untuk skuter listrik. Sebaliknya, publik justru sangat mendukung regulasi yang bersifat terarah, seperti penerapan denda berat bagi pelanggar aturan yang mencapai skor 7,9 untuk sepeda listrik dan 7,8 untuk skuter listrik. Pembatasan usia pengendara di bawah 16 tahun juga memperoleh dukungan kuat, yakni masing-masing 7,6 dan 7,5.
Implikasi Kebijakan ke Depan
Kendati persepsi masyarakat terhadap kedua moda ini cukup serupa, aturan hukum di berbagai wilayah Australia sering kali memperlakukan keduanya secara berbeda. Sebagai contoh, di New South Wales, sepeda listrik yang sesuai aturan diizinkan di jalan raya dan jalur umum, sementara skuter listrik milik pribadi tidak diperbolehkan. Di Victoria, pengendara skuter listrik diwajibkan berusia minimal 16 tahun, sementara aturan umur serupa tidak diberlakukan untuk sepeda listrik.
Studi terbaru dari Amerika Serikat dan Eropa juga mengindikasikan bahwa kedua perangkat tersebut memiliki risiko keselamatan yang nyaris setara. Temuan ini menyarankan perlunya peninjauan kembali untuk menghapus sejumlah perbedaan perlakuan hukum antara sepeda listrik dan skuter listrik di Australia, sembari menunggu terkumpulnya bukti empiris yang lebih kuat untuk merumuskan kebijakan jangka panjang.
Sumber: The Driven







