Daftar Isi
Faktor harga tetap menjadi pertimbangan paling dominan bagi para pembeli kendaraan di kawasan Amerika Utara dan Eropa saat mengambil keputusan pembelian. Di sisi lain, para konsumen di China justru memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek teknologi serta fitur kendaraan.
Faktor Utama Pembelian Berdasarkan Wilayah
Berdasarkan laporan survei global yang dirilis oleh lembaga konsultan Bain & Company, sebanyak 68 persen pembeli di Amerika Serikat dan 62 persen pembeli di Eropa menempatkan harga sebagai faktor utama mereka dalam membeli kendaraan. Data tersebut diperoleh melalui survei yang melibatkan lebih dari 12.000 responden di seluruh dunia, termasuk dari wilayah Kanada.
Sebaliknya, preferensi berbeda ditunjukkan oleh konsumen di pasar China. Sebanyak 58 persen responden di negara tersebut mengidentifikasi teknologi dan fitur sebagai pertimbangan teratas, yang menempati peringkat lebih tinggi dibandingkan dengan faktor harga.
Peran Diler dan Teknologi AI
Survei tersebut juga mencatat bahwa jaringan diler konvensional masih memegang peranan krusial dalam rangkaian proses pembelian kendaraan, meskipun pemanfaatan sarana digital terus mengalami peningkatan. Lebih dari 80 persen pembeli di tingkat global mengaku menggunakan kombinasi antara saluran digital dan kunjungan langsung saat mencari kendaraan, sementara 90 persen transaksi akhir tetap diselesaikan melalui diler.
Selain itu, penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau *artificial intelligence* kian berpengaruh dalam aktivitas pencarian kendaraan, terutama di kalangan pembeli berusia muda. Lebih dari 60 persen pembeli muda di wilayah Eropa dan Amerika Serikat menyatakan telah memanfaatkan berbagai perangkat berbasis kecerdasan buatan untuk melakukan riset serta membandingkan kendaraan.
Tren Kendaraan Listrik dan Loyalitas Merek
Hasil riset yang sama turut menunjukkan adanya minat yang konsisten terhadap kendaraan listrik baterai di kalangan konsumen usia muda. Peneliti menemukan bahwa konsumen yang pernah mencoba mengendarai kendaraan listrik memiliki kemungkinan hingga 2,2 kali lipat lebih besar untuk mempertimbangkan pembelian mobil jenis tersebut dibandingkan mereka yang belum pernah merasakannya.
Pada saat yang bersamaan, tingkat kesetiaan konsumen terhadap suatu merek kendaraan tampak mulai melemah di pasar negara-negara Barat. Lebih dari sepertiga konsumen di wilayah tersebut menyatakan terbuka untuk mempertimbangkan merek-merek otomotif pendatang baru, di mana ketertarikan terhadap teknologi penggerak otonom berpotensi mendorong para pembeli untuk berpindah produsen demi memburu fungsi yang lebih unggul.
Sumber: Auto Service World






