Auto Niaga

Tantangan Industri Perbaikan Bodi Mobil Jika Tabrakan Berkurang

Tantangan Industri Perbaikan Bodi Mobil Jika Tabrakan Berkurang

Apa yang akan terjadi pada bisnis bengkel jika sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS) berhasil mencegah kecelakaan kendaraan sepenuhnya? Pertanyaan tersebut menjadi bahan pemikiran yang disampaikan oleh pelatih regional Hunter Engineering, Justin Allen, dalam ajang Society of Collision Repair Specialists (SCRS) IDEAS Collide Showcase.

Inovasi Teknologi dan Disrupsi Industri

Acara tersebut berlangsung pada tanggal 4 November dalam pameran SEMA Show di Las Vegas, Amerika Serikat, dengan menghadirkan tujuh pembicara berbeda, seperti dilaporkan Repairer Driven News. Allen mendorong para pelaku usaha bengkel perbaikan bodi mobil untuk bersikap proaktif serta menggunakan imajinasi mereka agar siap menghadapi kemungkinan penurunan drastis dalam volume pekerjaan.

Menurut Allen, industri otomotif saat ini tengah berada dalam masa disrupsi besar akibat perubahan yang dibawa oleh teknologi ADAS. Industri perbaikan bodi mobil sangat bergantung pada insiden tabrakan kendaraan yang telah berlangsung sejak 135 tahun lalu, tepatnya dimulai pada tahun 1891, sebelum kemudian semakin meningkat akibat penggunaan telepon seluler yang menjadi sumber gangguan saat mengemudi.

Allen mencatat bahwa pada awal tahun 2000-an, lebih dari 50 persen rumah tangga telah memiliki telepon seluler, dan saat ini setiap orang membawa perangkat tersebut di kantong mereka. Sebagai perbandingan, baru sekitar sepertiga kendaraan di jalan raya yang memanfaatkan teknologi ADAS saat ini.

Strategi Menghadapi Perubahan Bisnis

Peningkatan kualitas teknologi ADAS berarti jumlah kendaraan yang mengalami tabrakan akan semakin sedikit, sementara kebutuhan teknologi yang lebih tinggi memicu biaya dan perbaikan yang lebih mahal di tengah populasi total kendaraan yang bertambah. Allen menyatakan bahwa perubahan ini menuntut para pelaku industri untuk memutuskan langkah antisipasi yang harus diambil.

Sebagai solusi, Allen menyarankan agar pihak bengkel mulai mempertimbangkan untuk mengerjakan berbagai pekerjaan secara mandiri di dalam bengkel alih-alih menyerahkannya kepada pihak luar atau melakukan subkontrak. Ia mengajak para pemilik usaha untuk melihat peluang secara positif di tengah kesulitan industri otomotif secara keseluruhan dalam mencari tenaga kerja yang kompeten.

Para pengusaha bengkel diminta untuk merumuskan strategi, bersikap proaktif, serta memanfaatkan momen transformasi ini dengan sebaik-baiknya agar tidak tertinggal tanpa persiapan. Sesi presentasi tersebut menampilkan pemaparan dari Justin Allen di hadapan para peserta pameran otomotif di Las Vegas.

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *