Seorang mantan deputi sheriff di Florida, Amerika Serikat, ditangkap setelah diduga menyalahgunakan teknologi pembaca pelat nomor otomatis atau automated license plate reader (ALPR) buatan Flock Safety. Berdasarkan keterangan Sheriff Pinellas County Bob Gualtieri, pelaku menggunakan sistem tersebut lebih dari 100 kali untuk memantau pergerakan mantan istrinya, pacar baru sang istri, serta anggota keluarga lainnya.
Penangkapan dan Tuduhan Hukum
Mantan deputi yang dimaksud adalah Ronald Scott yang berusia 35 tahun. Ia memutuskan mengundurkan diri dari departemen kepolisian sehari sebelum penangkapannya pada tanggal 5 November, setelah bertugas selama sepuluh setengah tahun. Pihak kepolisian menjerat Scott dengan tiga dakwaan mengakses komputer atau perangkat elektronik tanpa izin serta satu dakwaan pelanggaran jabatan.
Kelemahan Pengawasan Sistem ALPR
Pihak berwenang menyatakan bahwa tindakan tidak terpuji Scott baru terdeteksi setelah dilakukan audit sistem tingkat lanjut. Penelusuran ilegal tersebut berlangsung mulai Hari Kasih Sayang atau 14 Februari hingga 19 Juni. Artinya, butuh waktu delapan setengah bulan bagi departemen untuk membongkar tindakan tersebut, sementara Scott tetap menjalankan tugas kepolisian selama periode itu.
Para pengkritik menyoroti bahwa audit dan rekomendasi data hanya efektif jika diawasi secara ketat oleh pengelola. Tidak ada mekanisme pencegahan langsung yang menghentikan petugas untuk menyalahgunakan sistem selain risiko tertangkap kemudian hari. Scott diduga menggunakan berbagai alasan palsu saat menjalankan pencarian tersebut, sementara aparat penegak hukum tidak memerlukan surat perintah untuk mengakses pangkalan data dan dalam beberapa kasus tidak membutuhkan nomor perkara.
Meskipun demikian, Sheriff Gualtieri tetap membela penggunaan teknologi tersebut. “As I’ve repeatedly said, this is a people problem, not an ALPR problem,” ujarnya seraya menambahkan bahwa masalah penyalahgunaan basis data rahasia oleh pihak yang memiliki akses sudah ada sejak lama dan pihaknya akan terus memantau serta mengambil tindakan tegas.
Gualtieri meyakini kasus ini merupakan penyalahgunaan historis terakhir yang ditemukan di departemennya, meskipun Scott tercatat sebagai deputi ketiga Pinellas yang ditangkap akibat pelanggaran serupa dalam beberapa bulan terakhir. Kasus ini dipastikan akan terus memicu perdebatan publik antara perlunya menjaga privasi warga atau memberikan kewenangan pelacakan kepada pemerintah.







