Auto News

Presiden FIA Punya 160 Mobil V8 AS, Sebut Mobil Eropa Kotak Korek

Presiden FIA Punya 160 Mobil V8 AS, Sebut Mobil Eropa Kotak Korek
Daftar Isi
  1. Kecintaan pada Mesin V8 Amerika Serikat
  2. Koleksi Kendaraan dan Kegemaran Restomod
  3. Mobil Favorit dan Modifikasi Modern

Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem dikenal sering terlihat dalam balapan Formula 1 di seluruh dunia untuk berinteraksi dengan pembalap dan pejabat. Di luar kesibukannya, ia ternyata merupakan seorang kolektor mobil dan pebalap yang gemar mengoleksi kendaraan bermesin V8 asal Amerika Serikat.

Kecintaan pada Mesin V8 Amerika Serikat

Dalam perbincangan di Grand Prix F1 Amerika Serikat di Austin seperti dilaporkan The Drive, Ben Sulayem mengungkapkan kekagumannya terhadap mobil-mobil Amerika, mesin V8, serta mobil restomod. Menurutnya, kegemarannya pada kendaraan besar berawal dari masa kecilnya di Uni Emirat Arab yang memiliki jalanan terbuka luas dan bahan bakar murah yang serupa dengan kondisi di Amerika Serikat.

“I love American V8s,” ujar Ben Sulayem kepada The Drive, menjelaskan bahwa mobil-mobil Amerika sangat cocok dengan lingkungan tempat tinggal masa kecilnya karena deru suara dan sensasi kebebasan yang ditawarkannya.

“Even today in America, it’s all about the V8. The roar, the feeling of being free—you know, I come to the States, and you have big cars here—and they have presence. I go to Europe, and they have, like, Matchboxes,” tambahnya.

Koleksi Kendaraan dan Kegemaran Restomod

Koleksi kendaraan Ben Sulayem mencakup berbagai hypercar modern hingga kendaraan klasik seperti Mercedes-AMG One, Ferrari Daytona SP3, Bugatti Bolide, Koenigsegg Agera RS, Lexus LFA, GMA T.50, Jaguar XJ220, Mercedes 300SL, hingga Ferrari F40. Meskipun tidak merinci jumlah keseluruhan atau nilai total kendaraannya yang diperkirakan mencapai 100 juta dolar AS berdasarkan estimasi tidak resmi, ia menyebutkan memiliki tepat 160 mobil Amerika bermesin V8.

Ia mengaku sangat menikmati proses merestorasi dan memodifikasi mobil-mobil tersebut secara mandiri. Bagi Ben Sulayem, kepuasan terbesar terletak pada perjalanan pengerjaannya, mulai dari menguji penanganan, memotong rangka depan, memindahkan mesin, hingga menyetel suspensi, rem, dan kemudi dengan tangannya sendiri.

“It’s about the journey. It’s about testing the handling, cutting the frame in the front, putting in a different frame, moving the engine, and so on. The suspension has to be right when it comes to compression and rebound, the wheels, the brakes, the steering rack, the steering column, all of this,” kata Ben Sulayem.

Mobil Favorit dan Modifikasi Modern

Ketika ditanya mengenai mobil favorit yang ingin dipertahankan, mantan pebalap reli tersebut memastikan pilihannya jatuh pada mobil asal Amerika.

“A Cadillac, for sure,” jawabnya sambil menjelaskan bahwa mobil-mobil besar tersebut dikenal sebagai road boats karena ukurannya yang masif dan memberikan kenyamanan berkendara yang khas. Ia juga menyukai merek Chrysler Imperial dan Lincoln.

Meskipun menyukai ukuran besar dari kendaraan-kendaraan tersebut, Ben Sulayem menyadari bahwa mobil klasik Amerika tidak selalu memiliki pengendalian yang optimal. Oleh karena itu, ia kerap menyempurnakan aspek penanganan, teknologi rem modern, serta ban agar kendaraan dapat berhenti dan berbelok dengan baik.

“It is a journey that I don’t want to end, and then when you end it, and then you enjoy the car, there are always other areas where you can improve it—and then I do a second car and a third car. I don’t want to pick favorites, but I’m just telling you that the cars I enjoy more, the ones I actually drive, are the American cars I modify myself,” tutur Ben Sulayem.

Menjelang akhir musim F1, Ben Sulayem diharapkan memiliki waktu luang untuk kembali ke rumah dan mengemudikan koleksi mobil pribadinya, kecuali jika ia kembali memutuskan untuk mengikuti kompetisi balap reli di suatu tempat.

Sumber: The Drive

Mungkin Anda Suka

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *