Penyedia manajemen fasilitas asal Inggris, SEE Services, menunjuk Optimo Energy sebagai mitra sistem operasi energi armada (*Fleet Energy Operating System*) untuk mendukung program pengisian daya kendaraan listrik London Ambulance Service. Kerjasama ini dilakukan seiring langkah London Ambulance Service (LAS) yang terus memperluas penggunaan armada ambulans listrik.
Ketersediaan energi kendaraan secara terus-menerus menjadi tantangan utama bagi LAS. Ambulans yang baru kembali dari penanganan situasi darurat sering kali harus langsung beroperasi kembali dalam waktu singkat, bahkan hanya beberapa menit setelah tiba di markas.
Sistem Operasional Berbasis Perangkat Lunak
Dalam proyek ini, SEE Services bertanggung jawab dalam pengadaan serta perawatan lebih dari 700 konektor pengisi daya kendaraan listrik untuk LAS. Sementara itu, Optimo Energy menyediakan platform perangkat lunak pintar beserta dukungan operasional untuk mengelola seluruh jaringan pengisian daya yang terhubung.
Platform sistem operasi energi armada milik Optimo dirancang fleksibel (*hardware-agnostic*) sehingga dapat digunakan pada berbagai jenis perangkat keras pengisi daya. Sistem ini mengintegrasikan infrastruktur pengisian daya, telematika kendaraan, informasi tingkat pengisian baterai (*state-of-charge*), serta manajemen energi lokasi secara *real-time* ke dalam satu platform operasional terpadu.
Pemantauan Otomatis Selama 24 Jam
Melalui pemantauan kinerja secara berkala, platform tersebut secara dinamis membagi alokasi daya listrik sesuai kebutuhan setiap kendaraan dan kapasitas listrik yang tersedia di lokasi. Sistem ini membantu LAS mengoptimalkan permintaan daya sekaligus memastikan kesiapan kendaraan tanggap darurat, dengan dukungan pemantauan operasional penuh selama 24 jam setiap hari.
Chief Executive Officer sekaligus co-founder Optimo Energy, Daniel Homoki-Farkas, menjelaskan tantangan operasional yang dihadapi armada ambulans tersebut. “An ambulance may return from one emergency and be needed for another before it has finished charging. That is the reality our technology needs to support,” kata Homoki-Farkas. Ia menegaskan bahwa manajemen energi harus dapat melayani kendaraan dan masyarakat yang bergantung pada layanan darurat tersebut.
Manajer EV di SEE Services, Lance Curtis, menambahkan bahwa peran mereka tidak hanya sebatas memasang stasiun pengisian daya. “Our role goes well beyond installing chargers. We’re working closely with LAS to understand its fleet operations and analyze vehicle telematics, ensuring that the charging infrastructure is designed and supported around the demands of an emergency response fleet,” ujar Curtis.
Sumber: Charged EVs








