Daftar Isi
Intrepid Direct dan Kinetic ID meluncurkan program baru yang menawarkan potongan harga premi asuransi bisnis bagi bengkel perbaikan bodi mobil. Insentif berupa diskon premi liabilitas dan umbrella ini diberikan kepada fasilitas perbaikan yang mengidentifikasi serta menyelesaikan prosedur sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) secara tepat.
Mengatasi Risiko Kerusakan Digital pada Kendaraan
CEO sekaligus co-founder Kinetic, Nikhil Naikal, menjelaskan kepada Repairer Driven News bahwa perangkat lunak Kinetic ID digunakan oleh bengkel serta perusahaan pemeringkat asuransi untuk mendeteksi kebutuhan ADAS ketika kendaraan mengalami benturan atau perbaikan mekanis. Ia menyebutkan bahwa sensor kendaraan dapat bergeser atau terganggu selama proses pembenahan bodi, sementara kebutuhan kalibrasi ulang tergolong sebagai kerusakan digital yang tidak mudah terdeteksi.
Miscalibrasi pada sensor berpotensi menimbulkan bahaya yang mengancam jiwa di jalan raya. Naikal memberi contoh bahwa sensor pemantau lajur atau pemantau titik buta yang tidak terkalibrasi dengan benar pada kendaraan berkecepatan 60 mil per jam dapat memicu kecelakaan fatal. Menurutnya, kegagalan kalibrasi membuat kendaraan tidak berada dalam kondisi keselamatan standar pabrikan saat diserahkan kembali kepada konsumen.
Presiden Intrepid Direct, Bill Strout, menyatakan dalam siaran pers bahwa perbaikan bodi mobil saat ini semakin kompleks karena bengkel dituntut bertanggung jawab atas sistem kendaraan yang kian canggih. Melalui Kinetic ID Premium, bengkel memperoleh cara mudah untuk membangun alur kerja peninjauan ADAS yang sistematis. Langkah ini dinilai membantu menekan risiko klaim asuransi sekaligus mengapresiasi bengkel yang konsisten menjaga mutu perbaikan.
Uji Coba Gratis dan Implikasi Hukum
Guna mendukung program tersebut, Intrepid Direct memberikan masa uji coba gratis Kinetic ID Premium bagi para nasabahnya. Di sisi lain, bengkel yang tergabung dalam jaringan Kinetic memperoleh akses menuju layanan asuransi Intrepid Direct. Peluncuran program ini diawali dengan acara bersama di Wynn Las Vegas pada Selasa (3/11) pukul 18.00 waktu setempat, bertepatan dengan pameran SEMA Show.
Pentingnya kalibrasi ADAS juga menjadi perhatian dalam ranah hukum perbaikan kendaraan. Dalam ajang Collision Industry Conference, rekan di The Cooper Firm, Rebekah Cooper, memaparkan bahwa kelalaian prosedur perbaikan ADAS dapat berakibat fatal. Ia menceritakan sebuah kasus perbaikan bumper yang membutuhkan kalibrasi sensor, namun tidak dikerjakan oleh pihak bengkel. Dampaknya, sistem peringatan benturan gagal bekerja hingga menyebabkan seorang konsumen mengalami kelumpuhan total setelah mengalami kecelakaan.
KTT Teknologi Perbaikan OEM SCRS 2026
Topik mengenai ADAS dan kalibrasi sensor turut menjadi agenda utama dalam KTT Teknologi Perbaikan Bodi OEM 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Collision Repair Specialists (SCRS) di pameran SEMA Show pada Kamis (5/11).
Rangkaian sesi diawali dengan pemaparan dari Deputi Administrator National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Lee White, mengenai prioritas keselamatan kendaraan dan jalan raya nasional. Diskusi dilanjutkan oleh pakar teknik keselamatan aktif dari General Motors dan Rivian yang mengulas efektivitas fitur ADAS dalam mencegah serta meminimalkan dampak benturan.
KTT tersebut diakhiri dengan diskusi panel yang menghadirkan pakar rekayasa servis dari General Motors, Ford Motor Co., dan Rivian. Sesi ini memaparkan langkah-langkah teknis yang dibutuhkan teknisi perbaikan untuk mempertahankan serta memulihkan fungsi ADAS pada kendaraan setelah terjadi kecelakaan.
Sumber: Repairer Driven News







