Bepergian dalam jarak jauh menggunakan kendaraan teman kerap menjadi pilihan yang menyenangkan, terutama jika menghindari risiko mogok di tengah jalan. Namun, masalah muncul ketika kendaraan yang ditumpangi ternyata sangat sempit dan tidak nyaman untuk perjalanan jauh.
Kenangan Kursi Belakang Mobil Klasik
Kendaraan seperti Datsun 280Z 2+2 milik keluarga di masa lalu memiliki tambahan jarak sumbu roda dengan kursi belakang yang dipaksakan. Kursi tersebut menjadi sangat sempit bagi anak remaja yang tingginya sudah melebihi lima kaki, hingga membuat anggota tubuh kehilangan sirkulasi darah setelah duduk selama satu jam.
Meskipun menahan rasa sakit yang luar biasa, tidak ada keluhan yang diucapkan karena takut sang ibu akan mengganti mobil tersebut dengan kendaraan lain yang jauh dari kesan keren bagi seorang remaja. Walaupun sangat sempit, mobil-mobil Jepang pada masa itu tetap memperhatikan detail kecil seperti asbak, lampu kabin, jendela ventilasi pop-out, hingga gagang pintu khusus di bagian belakang.
Perjalanan Jauh dalam Kabin yang Sempit
Pengalaman ekstrem serupa juga pernah dialami oleh para mahasiswa yang menempuh perjalanan dari Michigan ke Wisconsin menggunakan Mazda RX-7 generasi kedua pasar Amerika. Mobil tersebut dilengkapi dengan bangku belakang standar JDM yang ukurannya sangat kecil dan menyerupai rak barang berlapis busa.
Perjalanan darat berjam-jam dengan cara melipat tubuh dan menyelipkan diri ke ruang sekecil itu tentu menyisakan rasa sakit yang luar biasa, terutama jika dilakukan saat usia sudah tidak lagi muda. Meskipun petualangan semacam itu seringkali menyisakan keseruan tersendiri, faktor kenyamanan sama sekali tidak ditemukan di dalamnya.
Sumber: The Autopian








