Daftar Isi
Industri otomotif India mencatat periode yang sibuk antara 26 Oktober hingga 1 November, ditandai oleh akuisisi internasional besar oleh Tata Motors, laporan penjualan musim perayaan yang kuat, serta ekspansi kapasitas produksi kendaraan listrik roda dua.
Akuisisi Iveco dan Strategi Produk Baru
Tata Motors menyelesaikan penyelesaian awal atas penawaran tender sukarela untuk Iveco Group pada 30 Oktober, dengan mengamankan kepemilikan saham ekuitas sebesar 89,42 persen di produsen kendaraan komersial asal Italia tersebut. Perusahaan merampungkan sekitar 238,16 juta saham seharga €14,40 per lembar, yang menjadikan Iveco sebagai anak perusahaan tidak langsung. Perusahaan gabungan tersebut diperkirakan mengalokasikan dana hingga €1,5 miliar setiap tahun untuk riset dan pengembangan dengan fokus pada kendaraan nol emisi, bahan bakar alternatif, dan kendaraan berbasis perangkat lunak. Selain itu, Hyundai Motor India meluncurkan SUV Bayon seharga Rs 9,99 lakh, sementara rencana Tata Motors untuk mengembangkan SUV listrik ukuran menengah baru dengan kode internal Kuno mulai terungkap dan dijadwalkan meluncur pada 2027-2028.
Ekspansi Kapasitas Kendaraan Listrik
Mobilitas listrik tetap menjadi fokus utama dengan produsen seperti Ather Energy, Bajaj Auto, TVS Motor, dan Hero MotoCorp yang menjabarkan rencana ekspansi produksi menyusul permintaan yang melampaui kapasitas tersedia. Ather Energy berencana menginvestasikan Rs 122 crore untuk menambah kapasitas produksi tahunan sebesar 2,25 lakh unit di fasilitas Hosur dan Chhatrapati Sambhajinagar, yang akan meningkatkan kapasitas gabungan menjadi sekitar 11,4 lakh unit pada kuartal kedua tahun fiskal 2028. Sementara itu, laporan Boston Consulting Group menyebutkan bahwa pasar kendaraan listrik roda dua di India sangat terkonsentrasi pada lima produsen utama yang menguasai sekitar 83 persen penjualan.
Kinerja Penjualan Oktober dan Tren Pasar
Maruti Suzuki mencatatkan pengiriman pabrik bulanan tertinggi sepanjang sejarah sebanyak 2.76.120 kendaraan pada bulan Oktober, meningkat 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengiriman kendaraan penumpang domestik naik sekitar 20 persen menjadi 2.12.384 unit, sementara ekspor melonjak 59 persen menjadi 49.872 unit. Hyundai Motor India juga mencatatkan rekor penjualan bulanan tertinggi sebanyak 82.299 kendaraan, naik 17,7 persen secara tahunan. Kenaikan serupa dicatatkan oleh Tata Motors Passenger Vehicles dengan kenaikan pengiriman pabrik sebesar 23 persen menjadi 75.426 unit, dan Mahindra yang membukukan rekor penjualan SUV domestik bulanan sebanyak 73.338 unit.
Kinerja Keuangan Kuartal dan Pandangan Bisnis
Sejumlah produsen otomotif merilis laporan keuangan kuartal dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat, meskipun kenaikan biaya bahan baku menekan tingkat profitabilitas. Maruti Suzuki melaporkan penurunan laba bersih konsolidasi kuartal kedua sebesar 27 persen menjadi Rs 2.415 crore akibat biaya bahan baku yang lebih tinggi, kendati penjualan bersih naik 26 persen menjadi rekor Rs 50.616 crore. Sebaliknya, laba bersih konsolidasi Hero MotoCorp meningkat 41 persen menjadi Rs 1.861 crore, dan TVS Motor mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 52 persen menjadi Rs 1.377 crore yang didukung oleh rekor penjualan kendaraan.
Kementerian Transportasi Jalan dan Jalan Tol (MoRTH) mengubah Peraturan Kendaraan Bermotor Pusat untuk meresmikan pengujian emisi dan persyaratan homologasi bagi kendaraan yang dirancang menggunakan 100 persen etanol dan 100 persen biodiesel guna memberikan kerangka kerja regulasi yang lebih jelas bagi produsen kendaraan berbahan bakar fleksibel.





