Kabinet Thailand resmi menyetujui kenaikan tarif pajak barang mewah untuk kendaraan listrik murni yang diimpor secara utuh atau completely built-up (CBU). Tarif pajak bagi mobil listrik impor tersebut melonjak drastis dari 10 persen menjadi 35 persen dan dijadwalkan berlaku mulai 1 Januari 2027.
Mendorong Investasi dan Manufaktur Lokal
Menteri Keuangan Thailand, Ekniti Nitithanprapas, menjelaskan bahwa penyesuaian tarif ini merupakan bagian dari struktur perpajakan baru yang dirancang untuk mendorong investasi serta manufaktur lokal. Kebijakan perpajakan ini membawa dua tujuan strategis bagi industri otomotif dalam negeri.
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah memberikan perlindungan bagi investor yang telah menanamkan modal pada fasilitas perakitan dan rantai pasok di Thailand. Selain itu, kenaikan tarif ini ditujukan untuk mendorong produsen otomotif yang masih mengandalkan impor CBU agar segera mempercepat negosiasi dengan pemerintah dalam mendirikan fasilitas produksi lokal.
Lonjakan Impor dan Registrasi Mobil Listrik
Langkah pengetatan pajak ini diambil di tengah pesatnya arus masuk kendaraan listrik impor. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip Paul Tan’s Automotive News, nilai impor mobil listrik Thailand pada September mencapai 421 juta dolar AS, atau melonjak 138 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hampir seluruh pasokan tersebut, yaitu sekitar 99 persen, didatangkan dari Tiongkok. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026, total impor kendaraan listrik Thailand telah menyentuh 2,37 miliar dolar AS, dengan 96 persen di antaranya berasal dari Tiongkok.
Di sisi konsumen, data Departemen Transportasi Darat Thailand mencatat total registrasi kendaraan listrik dari Januari hingga September mencapai 191.273 unit, atau meningkat 83 persen dibanding periode sama pada 2025. Mayoritas dari angka tersebut didominasi oleh mobil penumpang listrik yang mencapai 167.789 unit.
Melalui tingginya lonjakan permintaan pasar tersebut, pemerintah Thailand berkomitmen memperkuat pertumbuhan sektor manufaktur otomotif domestik dan mengurangi ketergantungan pada pasokan mobil impor secara utuh.
Sumber: Paul Tan's Automotive News





