Daftar Isi
Produsen otomotif asal Tiongkok, BYD, untuk pertama kalinya berhasil mencatatkan penjualan lebih dari 300.000 unit kendaraan listrik murni atau *battery-electric vehicles* (BEV) dalam satu bulan pada Oktober 2026. Secara global, perusahaan mengirimkan lebih dari 490.000 kendaraan termasuk hibrida *plug-in*, yang menunjukkan kenaikan sekitar 11 persen dibandingkan Oktober 2025.
Pertumbuhan Penjualan dan Kinerja Merek
Menurut laporan electrive.com, pabrikan asal Tiongkok tersebut menjual 305.743 mobil penumpang listrik murni, mengalami lonjakan sebesar 37,4 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Apabila dibandingkan dengan September, total penjualan keseluruhan meningkat sebesar 5,74 persen, sementara penjualan mobil listrik murni naik 11,9 persen. Pencapaian ini menandai rekor bulanan baru untuk kategori BEV selama tiga bulan berturut-turut, sekaligus memperlihatkan tren pergeseran pertumbuhan grup menuju penggerak bertenaga listrik penuh.
Sebaliknya, jenis hibrida *plug-in* (PHEV) menunjukkan kinerja yang kurang kuat dengan angka penjualan sebanyak 177.382 unit pada Oktober, atau turun 17,2 persen dibandingkan tahun lalu. Kategori penggerak ini sebelumnya juga telah mencatatkan penurunan tipis pada September.
Data penjualan tersebut mencakup seluruh empat merek di bawah naungan grup BYD. Berdasarkan infografis perusahaan, merek inti BYD membukukan penjualan sebanyak 423.843 unit, merek SUV *off-road* berperforma tinggi Fangchengbao menjual 43.872 kendaraan, merek premium Denza yang baru meluncur di Eropa mencatatkan 15.152 mobil, serta merek *hypercar* Yangwang terjual sebanyak 258 unit.
Ekspor Melonjak dan Pasar Domestik
Bisnis internasional tetap menjadi penggerak pertumbuhan utama bagi perusahaan. Sepanjang Oktober, BYD mengekspor total 170.194 kendaraan *New Energy Vehicles* (NEV), yang mencakup mobil listrik murni dan hibrida *plug-in*. Angka tersebut melonjak sebesar 102.8 persen dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, kendati mengalami penurunan tipis 5,8 persen jika dibandingkan dengan September. Penjualan ekspor menyumbang sekitar 35 persen dari total keseluruhan penjualan Oktober.
Sebaliknya, penjualan di pasar domestik Tiongkok tercatat sebanyak 319.974 kendaraan, mengalami penurunan 10,6 persen dari Oktober 2025. Kendati demikian, angka ini menunjukkan peningkatan 13,1 persen dibandingkan September 2026. Situasi ini mengindikasikan pergeseran penggerak pertumbuhan, di mana bisnis internasional semakin memegang peran penting di tengah persaingan ketat dan pelemahan permintaan di Tiongkok.
Neraca Tahunan dan Capaian Sektor
Meskipun ada kenaikan penjualan baru-baru ini, total penjualan tahunan BYD sepanjang 2026 masih berada di bawah tingkat tahun sebelumnya. Selama periode Januari hingga Oktober, grup tersebut menjual total 3.621.744 kendaraan NEV, yang mencatat penurunan sebesar 2,16 persen dibandingkan sepuluh bulan pertama tahun lalu. Defisit ini mengalami perbaikan dibandingkan catatan sembilan bulan sebelumnya yang masih berada di angka 3,9 persen.
Kondisi yang lebih baik terlihat pada kategori mobil penumpang listrik murni, di mana BYD telah menjual 1.935.700 unit sejak awal tahun atau naik 5,86 persen. Sebaliknya, segmen hibrida *plug-in* mengalami penurunan sebesar 11,02 persen dengan total 1.625.969 kendaraan.
Bisnis ekspor menunjukkan dinamika yang sangat kuat sejak awal tahun dengan pengiriman total 1.513.154 kendaraan berenergi alternatif dari Januari hingga Oktober, merepresentasikan pertumbuhan sebesar 93,75 persen dari periode yang sama tahun lalu. Proses internasionalisasi yang semakin kuat ini diprediksi memainkan peran krusial dalam menutupi penurunan penjualan domestik BYD di Tiongkok.
Sumber: electrive.com







