Pebalap Ducati Marc Marquez mengisyaratkan bahwa masa depannya di kejuaraan MotoGP mulai mendekati akhir. Pebalap berusia 33 tahun tersebut menilai kontraknya bersama Ducati yang berjalan hingga akhir 2028 kemungkinan besar akan menjadi kesepakatan terakhir dalam karier balapnya.
Ketenangan Setelah Meraih Gelar Dunia
Dalam wawancara di Phillip Island, Marquez mengungkapkan perubahan sudut pandangnya mengenai masa depan karirnya di lintasan balap. Saat ditanya mengenai posisinya dalam tiga tahun mendatang, ia menyampaikan bahwa peluang dirinya menyudahi karier balap cukup besar.
“Aku tidak tahu pasti, tapi kalau harus memberi angka, aku akan bilang ada 70% kemungkinan aku sudah pensiun dalam tiga tahun, dan 30% kemungkinan masih balapan,” ujarny seperti dilaporkan Iwanbanaran.
Perubahan sikap ini terjadi setelah Marquez melewati enam tahun penuh perjuangan menghadapi cedera, rangkaian operasi, dan pemulihan panjang, hingga akhirnya sukses menyabet gelar juara dunia MotoGP 2025. Meski sempat mengalami cedera susulan di Indonesia seminggu setelah meraih gelar yang memaksanya kembali menjalani operasi, momen tersebut justru membawa ketenangan emosional baginya.
Marquez mengaku kini sanggup menerima hasil finis di urutan keenam atau ketujuh saat performa motornya kurang maksimal, hal yang sulit ia terima di masa lalu. “Dari sekarang, menang satu gelar lagi atau kurang satu gelar tidak akan membuat perbedaan. Saat aku pensiun, aku akan melakukannya sebagai orang yang bebas, damai dengan diriku sendiri,” tuturnya.
Peralihan Generasi di Ducati
Terkait keputusan Ducati memboyong Pedro Acosta ke tim pabrikan pada 2027, Marquez menyambut langkah tersebut secara positif. Ia menilai keputusan tersebut sebagai langkah strategis yang tepat untuk masa depan pabrikan, selaras dengan bergabungnya Fermín Aldeguer ke tim VR46.
“Aku bukan masa depan Ducati. Memang begitu adanya. Masa depan pabrikan ada di tangan pebalap berusia dua puluh, dua puluh satu, atau dua puluh dua tahun,” kata Marquez.
Untuk mengilustrasikan pergantian generasi ini, Marquez membandingkannya dengan dinamika dunia sepak bola antara Lionel Messi dan Lamine Yamal. Menurutnya, meski Messi unggul dari segi pencapaian luar biasa dan pengalaman, talenta muda seperti Yamal memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan energi.
Marquez menambahkan bahwa kompetisi musim depan tetap akan dipenuhi tekanan tinggi sejak sesi tes pertama di Malaysia pada Februari mendatang. Meski telah mempertimbangkan rencana pensiun, ia menegaskan belum akan gantung helm dalam waktu dekat.
“Selama aku masih punya cedera yang bisa aku pulihkan, yang memungkinkan aku terus balapan dan mencoba menang lagi, aku tidak akan pensiun. Itu sudah pasti,” tegasnya.
Sumber: Iwanbanaran







