Daftar Isi
Kredit otomotif baru di Amerika Serikat mencapai rekor 211 miliar dolar AS pada kuartal kedua tahun ini menurut data Federal Reserve Bank of New York. Di saat yang sama, tunggakan pinjaman kendaraan bermotor yang serius naik ke level tertinggi dalam sekitar 15 tahun terakhir dan tidak hanya terjadi pada kategori subprime saja, melainkan juga merambah kelompok prime dan near-prime.
Tantangan Tunggakan dan Ekuitas Negatif
Menurut Auto Remarketing, lonjakan volume pinjaman yang berbarengan dengan meningkatnya tunggakan mengindikasikan adanya masalah pada penetapan harga atau struktur pinjaman. Sebagian besar tunggakan yang terjadi saat ini merupakan keterlambatan tahap lanjut, bukan gagal bayar pada cicilan pertama. Pinjaman yang berasal dari tahun 2023 dan 2024 tersebut kini sudah berjalan tiga atau empat tahun dan terlambat 60, 90, hingga 120 hari.
Kondisi ekonomi turut mendorong situasi ini, terutama akibat kenaikan harga kendaraan yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ketika konsumen menukar mobil lama mereka yang dibiayai dengan pinjaman jangka panjang, mereka kerap menggabungkan ekuitas negatif ke dalam transaksi baru. Ditambah dengan biaya perbaikan transmisi atau gangguan pekerjaan, peminjam yang merasa tidak memiliki kerugian berarti kerap memilih untuk meninggalkan pinjaman tersebut.
Pendekatan Peminjam yang Berfokus pada Pembayaran
Sebuah survei yang melibatkan 1.500 konsumen di AS menunjukkan bahwa pembelian kendaraan menjadi alasan utama seseorang mengambil pinjaman, yang dipilih oleh 24,3 persen responden secara keseluruhan. Angka tersebut melonjak hingga 33,0 persen di kalangan orang tua yang memiliki anak di bawah usia 18 tahun dan hampir 30 persen bagi peminjam berusia 35 hingga 44 tahun. Masyarakat meminjam bukan karena alasan emosional semata, melainkan karena kendaraan merupakan sarana esensial untuk bekerja dan menjalankan kehidupan sehari-hari.
Survei tersebut juga mencatat bahwa 47,8 persen responden menyatakan suku bunga terbaik adalah hal terpenting saat mengevaluasi pinjaman, sementara 38,6 persen lebih mengutamakan cicilan bulanan terendah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa arti keterjangkauan tidak sama bagi setiap orang. Pola pikir yang mengutamakan cicilan sering kali berarti seseorang memaksakan anggaran bulanan yang ketat, sementara pola pikir yang mengutamakan suku bunga menandakan keleluasaan lebih besar dalam merundingkan total biaya pinjaman.
Pemberi pinjaman diingatkan agar tidak menyamakan cicilan yang dapat dikelola dengan pinjaman yang berkelanjutan. Memperpanjang jangka waktu hingga 72 atau 84 bulan memang dapat menurunkan cicilan bulanan, namun jika kendaraan terdepresiasi lebih cepat daripada amortisasi pinjaman, hal itu justru menciptakan ekuitas negatif yang berujung pada gagal bayar di masa mendatang.
Rekomendasi Strategis bagi Industri Pembiayaan
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan turut mengubah aspek penipuan dan verifikasi dokumen, di mana pembuatan dokumen pendapatan palsu kini menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, pemberi pinjaman tidak boleh lagi mempercayai slip gaji atau rekening koran begitu saja tanpa verifikasi data waktu nyata terhadap aktivitas setoran aktual guna membangun keputusan yang akurat berdasarkan konsumen spesifik.
Industri pembiayaan dinilai masih perlu memperbaiki urutan antara penjualan kendaraan dan pembiayaan. Konsumen biasanya memilih kendaraan terlebih dahulu di diler sebelum membicarakan pembiayaan secara mendalam di kantor F&I ketika keputusan membeli sudah bulat. Percakapan jujur mengenai jangka waktu, suku bunga, cicilan, dan total biaya seharusnya dilakukan lebih awal bersamaan dengan keputusan pemilihan kendaraan.
Berdasarkan pengalaman panjang di bidang fintech dan pemimpinan eksekutif, CEO defi SOLUTIONS Tom Allanson merekomendasikan tiga langkah utama bagi pemberi pinjaman otomotif. Pertama, melakukan penjaminan emisi kendaraan dan peminjam secara bersamaan dengan melihat depresiasi serta ekuitas alih-alih hanya skor kredit. Kedua, membangun kapabilitas untuk menyesuaikan struktur kesepakatan bagi setiap individu, bukan sekadar kelompok pendapatan atau kategori kredit. Ketiga, bekerja sama dengan diler untuk memajukan percakapan pembiayaan lebih awal dalam perjalanan pembelian konsumen.
Sumber: Auto Remarketing







