Masuknya tim pabrikan asal Amerika Serikat yang dinanti-nantikan sempat dianggap sebagai pencapaian besar bagi ajang Formula 1. Miliarder keuangan Mark Walter kini justru berencana menjual Cadillac F1 Team setelah baru berjalan satu musim penuh.
Penyebab Penjualan dan Investigasi Federal
Meskipun tim tersebut belum berhasil mengumpulkan satu poin pun dalam musim perdana mereka sejauh ini, langkah penjualan ini dilaporkan dapat membantu Walter menghindari pengawasan di tengah investigasi federal terkait dugaan transaksi mandiri atau self-dealing. Kelompok usaha TWG milik Walter saat ini sedang dalam proses negosiasi untuk menjual sebagian besar saham tim dengan valuasi mencapai tiga miliar dolar Amerika Serikat.
Walter telah membangun kerajaan olahraga dalam kurun waktu lima belas tahun terakhir. Perusahaan investasi miliknya, Guggenheim Partners, membeli tim bisbol Los Angeles Dodgers pada 2012 seharga 2,15 miliar dolar Amerika Serikat, di mana Walter secara pribadi memiliki 27 persen saham waralaba MLB tersebut. TWG kemudian memperluas bisnis ke dunia balap pada 2024 dengan mengakuisisi Andretti Global beserta tawaran partisipasinya di Formula 1, dengan menggelontorkan dana lebih dari satu miliar dolar Amerika Serikat sebelum balapan debut di Australia.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang dikutip dari Jalopnik, Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Komisi Sekuritas dan Bursa sedang menyelidiki bagaimana perusahaan-perusahaan asuransi milik TWG menyalurkan pinjaman bernilai miliaran dolar kepada berbagai usaha lain milik Walter. Sebuah pemeriksaan internal menemukan adanya pinjaman senilai 20 miliar dolar Amerika Serikat yang tidak dilaporkan kepada regulator keuangan, sehingga Walter diduga perlu melunasi dana tersebut secepat mungkin.
Potensi Pembeli Baru dan Kendala Tim
Penjualan aset besar-besaran oleh TWG sudah dimulai sejak Agustus lalu ketika Walter melepas Los Angeles Lakers senilai 12,5 miliar dolar Amerika Serikat kepada Thrive Capital milik Josh Kushner, hanya berselang satu tahun setelah ia membelinya seharga 10 miliar dolar Amerika Serikat. Meskipun sempat membantah rencana penjualan tim balap tersebut usai transaksi Lakers, Fenway Sports Group kini menjadi kandidat terkuat di antara beberapa pihak yang meminati Cadillac F1 Team. Perusahaan tersebut saat ini telah memiliki Boston Red Sox, Liverpool F.C., serta RFK Racing di ajang NASCAR Cup Series.
General Motors juga memegang saham di dalam tim tersebut, menjadikan Fenway Sports Group sebagai opsi yang paling logis agar tim dapat mempertahankan jalur saat ini sementara GM mengembangkan program unit daya internal Formula 1 mereka. Terlepas dari investigasi federal yang mendera, perjalanan awal Cadillac terbilang berat tanpa raihan poin satupun, pergantian pimpinan tim Graeme Lowdon pada Agustus lalu, hingga pembalap harapan asal Amerika Serikat Colton Herta yang belum mengamankan Super License akibat kesalahan pelaporan hasil masa lalu kepada FIA.








