Harga dan kecepatan penjualan mobil listrik bekas berusia satu hingga lima tahun mengalami lonjakan yang jauh lebih cepat dibandingkan kendaraan hibrida serta bensin dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Berdasarkan analisis dari iSeeCars.com, mobil listrik bekas yang sebelumnya dijual dengan harga ribuan dolar lebih murah kini bahkan lebih mahal dibandingkan kendaraan bensin.
Tren Harga dan Kecepatan Penjualan Kendaraan Bekas
Menurut data iSeeCars, mobil listrik bekas kini tercatat hampir USD 600 lebih mahal daripada kendaraan bermesin bensin. Selain itu, kendaraan tersebut terjual sekitar 14 persen lebih cepat dibandingkan mobil hibrida dan lebih dari 23 persen lebih cepat daripada kendaraan bensin. Waktu tunggu di pasar untuk mobil listrik bekas turun lebih dari 10 persen secara tahunan, sementara mobil hibrida mengalami penurunan 1,2 persen dan mobil bensin justru naik hampir 20 persen.
Analis eksekutif iSeeCars, Karl Brauer, mengatakan bahwa kendaraan listrik bekas telah beralih dari penjualan yang sedikit lebih lambat menjadi hampir dua minggu lebih cepat dibandingkan kendaraan bensin hanya dalam kurun waktu satu tahun. Brauer menambahkan bahwa tingginya harga bahan bakar selama tujuh bulan terakhir telah memicu pergeseran perilaku belanja konsumen mobil bekas.
Berdasarkan riset iSeeCars terhadap lebih dari 1,5 juta kendaraan bekas berusia satu hingga lima tahun, rata-rata harga mobil listrik bekas pada bulan September berada di angka USD 32.533 atau naik 9,8 persen secara tahunan. Sementara itu, rata-rata harga mobil hibrida mencapai USD 34.476 dengan kenaikan 4,9 persen. Harga mobil bensin relatif stabil di angka USD 31.954 dengan kenaikan hanya 0,3 persen.
Setahun lalu, kendaraan bensin seharga USD 31.864 tercatat lebih mahal USD 2.227 dibandingkan mobil listrik bekas, namun kini posisinya berbalik menjadi diskon USD 579. Brauer menjelaskan bahwa pergeseran harga tersebut mencerminkan tren yang jauh berbeda antar-jenis penggerak, di mana harga bahan bakar yang terus tinggi menjadi pendorong utama, selain segmen kendaraan listrik yang juga telah pulih dari gejolak permintaan akibat hilangnya insentif federal tahun lalu.
Meskipun harganya semakin tinggi, hal tersebut tidak memperlambat waktu penjualan mobil listrik bekas. Rata-rata hari di pasar untuk mobil listrik bekas bulan lalu adalah 41,9 hari atau turun 10,1 persen secara tahunan, sedangkan mobil hibrida membutuhkan waktu 48,6 hari untuk terjual atau turun 1,2 persen dari September tahun sebelumnya, dan mobil bensin naik 19,9 persen menjadi 54.8 hari.
Faktor Pendorong Pasar Menurut Carfax
Perubahan drastis di pasar kendaraan listrik dan hibrida bekas juga terlihat dalam laporan Carfax Used Car Index, yang menunjukkan pasar tersebut dipengaruhi oleh peningkatan volume kendaraan habis masa sewa serta dampak harga bahan bakar akibat perang di Iran. Editor in chief Carfax, Patrick Olsen, menyampaikan dalam analisisnya bahwa harga permintaan kendaraan tersebut mengalami penurunan dari titik tertinggi baru-baru ini akibat banyaknya kendaraan yang habis masa sewanya sejak dimulai pada 2023 ketika terdapat tambahan insentif.
Olsen menjelaskan bahwa peningkatan pasokan inventaris tersebut melampaui permintaan sehingga rata-rata harga penawaran pada model hibrida dan listrik di Carfax turun lebih dari USD 230 pada bulan Oktober. Kendati demikian, terdapat catatan khusus karena harga bahan bakar yang tetap tinggi akibat perang dengan Iran membuat beberapa kendaraan hibrida dan listrik bekas dijual lebih mahal daripada model baru tahun 2026, sehingga pembelian versi bekas dinilai tidak selalu menjadi penawaran yang menguntungkan.
Sebagai contoh, rata-rata harga yang diperoleh dari Toyota RAV4 hibrida bekas pada daftar Carfax mendekati USD 49.000, sementara edisi baru tahun 2026 untuk kendaraan yang sama berkisar antara USD 32.000 hingga USD 43.000. Contoh lainnya adalah rata-rata harga penawaran untuk Lexus RX500H bekas di Carfax yang berada di atas USD 72.000, jauh melampaui harga MSRP dasar untuk kendaraan baru sebesar USD 58.000.
Sumber: Auto Remarketing






